Strategi Pertahanan RI Ala Jenderal TNI Prabowo, Benteng Alam Ekonomi Militer

VoxPop Militer: Komando Pasukan Gerak Cepat
Sumber :
  • Kopasgat

VoxPop – Kondisi global yang kian hari semakin mengancam, seiring dengan pecahnya konflik di beberapa wilayah dunia, mau tidak mau memaksa Indonesia untuk berbenah diri.

img_title Ratusan Organisasi dan Tokoh Masyarakat Teken Petisi Tolak Militer di Ranah Sipil

Pertahanan menjadi PR besar yang secepatnya harus ditangani untuk mencegah pelanggaran kedaulatan negara yang berpotensi memicu pertikaian dengan negara lain.

Memang bukan perkara mudah bagi pemerintah, khususnya Kementerian Pertahanan untuk meramu strategi jitu menutup celah lemah pertahanan NKRI.

img_title Terungkap Alasan Trump Setop Serangan ke Iran Usai Gempuran Selama 13 Hari Beruntun

Perlu dicatat, Indonesia bukan negara kecil. Di dunia Kita dikenal sebagai negara kepulauan terbesar dengan luasan wilayah daratan 1,9 juta km2 dan perairan mencapai 3,2 juta km2, dengan 13.466 pulau di dalamnya.

VoxPop Militer: Peta Indonesia

Photo :
  • Repro Maps
img_title AS Kaji Rencana Agresi Besar-besaran ke Iran Demi Rebut Uranium yang Diperkaya

Sayangnya, sejak Indonesia mendeklarasikan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945, baru di era Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto menjabat Menhan, masalah pertahanan menjadi sasaran utama pembangunan.

Terlahir dari rahim militer Nusantara, Jenderal TNI Prabowo selama lima tahun menjabat Menhan RI, telah menelurkan banyak sekali program-program yang tujuannya untuk memperkuat pertahanan negara.

Program yang digagas Pak Prabowo enggak cuma tentang bagaimana mencukupi kebutuhan Alat Utama Sistem Senjata (alutsista) untuk mendukung tugas Tentara Nasional Indonesia (TNI) sebagai pilar terdepan pertahanan. Tapi juga program yang dapat memperkuat pertahanan ekonomi NKRI.

VoxPop Militer: Jenderal TNI Purn PS

Photo :

Salah satu program yang jadi sorotan VoxPop Militer ialah, pembangunan batalyon infanteri (Yonif) teritorial pembangunan. Memang kesannya program ini cukup aneh. Di mana kita ketahui bersama, selama ini pembangunan satuan di TNI Angkatan Darat terfokus pada Yonif-yonif tempur. Sementara urusan teritorial lebih banyak tugaskan kepada satuan wilayah di jajaran Komando Daerah Militer (Kodam).

Mungkin banyak yang bertanya, apakah program ini akan tetap berjalan, sementara Pak Prabowo sekarang kan sudah jadi Presiden RI, bukan Menhan lagi. Sementara program pembangunan Yonif Terpem ditargetkan rampung tahun 2025.

Jangan risau, ternyata program ini dipastikan akan tetap berjalan, sebab Menhan yang baru, Letjen TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin dalam rapat bersama dengan Komisi I DPR RI belum lama, telah menyatakan bahwa program itu menjadikan prioritas utama TNI AD di tahun 2025, sebagai bagian dari strategi pertahanan bertajuk Perisai Trisula Nusantara.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut