Penampakan Rantis Eneron Magnum Buatan Uni Emirat Arab Jadi Sorotan Para Jenderal TNI-Polri di Indo Defence 2025

VoxPop Militer: Perwira Polri takjub melihat fitur Rantis Polisi UEA
Sumber :
  • Istimewa/Viva Militer

VoxPop Militer: Kendaraan Taktis Polisi Abu Dhabi, UEA

Photo :
  • Istimewa/Viva Militer
img_title Terungkap Alasan Trump Setop Serangan ke Iran Usai Gempuran Selama 13 Hari Beruntun

Tareeq menambahkan, salah satu daya tarik kendaraan ini adalah teknologi kecerdasan buatan (AI) dan sistem kendaraan listrik yang diusungnya. Inovasi ini sebuah terobosan yang menurutnya masih cukup baru di pasar Indonesia. "Ketika kami bicara soal kendaraan elektrik dan sistem AI untuk militer dan polisi, mereka langsung tertarik karena memang belum banyak teknologi seperti ini untuk Indonesia," ujarnya.

Menurut Tareeq, sambutan hangat dari pengunjung booth mereka menjadi sinyal positif bagi kelanjutan hubungan Indonesia-UEA dalam bidang pertahanan. "Kami awalnya mengira tidak akan ada yang tertarik dengan kendaraan kami. Jadi, kami pikir ini adalah hal yang baik. Terlebih kami dari UEA tidak memiliki isu sama sekali dengan Indonesia," ujarnya. 

img_title AS Kaji Rencana Agresi Besar-besaran ke Iran Demi Rebut Uranium yang Diperkaya

Kerja Sama Pengembangan Taksi Terbang Dengan Inhan Lokal

Tareeq Albannay mengatakan, selain menampilkan kendaraan taktis super canggih, Eneron Magnum, pihaknya juga telah memproduksi teknologi mobilitas lepas landas dan mendarat vertikal listrik yang dapat digunakan sebagai alat transportasi seperti taksi terbang yang dinamakan eVTOL.

img_title TNI Bantah Video Viral Prajurit Dobrak Kantor Bupati Intan Jaya, Sebut Rekaman Lama Tahun 2021

Sebagai pemain baru dalam teknologi mobilitas lepas landas dan mendarat vertikal listrik (eVTOL), Tareeq Albannay menegaskan, Autocraft, sebuah perusahaan yang juga berada di bawah naungan Kintsugi Holding sangat membuka ruang untuk menjalin hubungan kerja sama dengan Indonesia. 

Dia pun mengungkapkan, bahwa pada hari pertama gelaran Indo Defence 2025 kemarin, pihaknya telah menandatangani nota kesepahaman atau MoU dengan GMF Aeroasia sebagai salah satu penyedia layanan pemeliharaan dan perbaikan pesawat terkemuka di Indonesia. 

Menurut Tareeq, penandatanganan MoU ini menandai terjalinnya kemitraan penting untuk memajukan teknologi penerbangan berkelanjutan dan inovasi di sektor pertahanan di Asia Tenggara.

MoU ini menjadi landasan bagi kolaborasi dalam bidang Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) untuk pesawat eVTOL milik Autocraft di Indonesia, disertai pelatihan teknis guna mendukung kesiapan operasional dan kemandirian di kawasan tersebut.

Sebagai perusahaan berbasis di Uni Emirat Arab yang mengutamakan kebutuhan pengguna dan berkomitmen merevolusi mobilitas udara, Autocraft terus memperluas kehadirannya secara global melalui kemitraan strategis yang visioner dan siap menghadapi masa depan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut