Tilang Elektronik di Jakarta Disetop Sementara, Ada Tapinya

Pelanggar tilang elektronik.
Sumber :
  • Foe Peace Simbolon/VoxPop.co.id.

VoxPop –Menyandang gelar Ibu Kota Negara membuat jumlah kendaraan bermotor roda dua dan empat, yang beredar di jalanan Jakarta, luar biasa banyaknya. Untuk mencegah pelanggaran lalu lintas, salah satunya dilakukan dengan kamera Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).

img_title Jangan Senang Dulu, Kendaraan Baru Belum Boleh Dipakai Kalau Belum Punya Dokumen Ini

Kamera tersebut sudah merekam kendaraan bermotor secara 24 jam nonsetop. Sebanyak 45 unit kamera ETLE telah dipasang di berbagai ruas jalan di wilayah hukum Polda Metro Jaya, untuk membuat jera para pelanggar aturan lalu lintas dalam bentuk tilang elektronik.

Kamera bertugas sebagai pengawas pengendara mobil maupun sepeda motor. Pelanggaran lalu lintas yang bisa dipantau, mulai dari tidak mengenakan sabuk pengaman, tidak mengenakan helm, melanggar marka dan rambu, serta melaju lebih dari batas kecepatan.

img_title Tak Cuma Blind Spot, Pengendara Wajib Mengenal Black Spot

Cara kerjanya adalah dengan memproses gambar melalui perangkat lunak. Dari hasil proses tersebut, petugas bisa mengetahui jenis pelanggaran yang dilakukan, serta pemilik dari kendaraan bermotor tersebut. Nantinya, surat peringatan akan dikirim sesuai alamat.

Baca juga: Nyetir Mobil di Jakarta Masih Bisa 'Santuy'

img_title Terobos Lampu Merah di Bundaran HI dan Pakai Pelat Palsu, Pengemudi Alphard Ditilang

Meski sudah memiliki puluhan mata-mata di jalan raya, Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Fahri Siregar mengatakan, saat ini tugas dan fungsi kamera tersebut disetop sementara, terkait dengan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta.

"Terkait tilang elektronik sejak masa pandemi virus Corona, dan ruas jalan jua kami lihat volume kendaraannya mulai menurun, Jadi ETLE sementara waktu kami hentikan," tuturnya saat konfrensi pers virtual beberapa waktu lalu.

Meski tilang elektronik dinonaktifkan untuk sementara waktu, bukan berarti pengendara sepeda motor dan pengemudi mobil bisa berkendara seenaknya. Fahri mengatakan, penilangan untuk pelanggaran aturan lalu lintas tetap bisa dilakukan secara manual oleh Polisi.

"Tetap dilakukan tilang manual. Kami prioritaskan terhadap pelanggaran yang berpotensi untuk kecelakaan lalu lintas," ujarnya.

Kakorlantas Polri Irjen Wibowo

Heboh Kabar Pemberlakuan Tilang Manual dan Kenaikan Denda hingga 150 Persen, Kakorlantas Ungkap Faktanya

Polri meluruskan informasi yang beredar di medsos mengenai adanya aturan baru tilang tahun 2026 yang menyebut pemberlakuan kembali tilang manual dan denda tilang naik.

img_title
VoxPop.co.id
4 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut