Harga Mobil Listrik Bekas Mulai Naik, Murahnya Sudah Lewat?

Ilustrasi mobil listrik Volvo.
Sumber :
  • Carscoops

California, VoxPop – Anggapan bahwa harga mobil listrik bekas terus merosot tampaknya mulai berubah. Setelah beberapa tahun mengalami depresiasi tajam, nilai jual kendaraan listrik bekas di Amerika Serikat justru menunjukkan tren kenaikan pada paruh pertama 2026.

img_title Laptop Fleksibel Premium vs Mid-Range, Seberapa Besar Perbedaan Pengalaman Pengguna dalam Aktivitas Sehari-hari?

Disadur VoxPop Otomotif dari InsideEVs, Rabu 22 Juli 2026, kenaikan tersebut terungkap dalam laporan terbaru Recurrent, perusahaan yang bergerak di bidang analisis kesehatan baterai dan pasar mobil listrik bekas.

Data Recurrent menunjukkan rata-rata harga mobil listrik bekas naik sekitar 5,1 persen sepanjang Januari hingga Juni 2026. Kenaikan paling tinggi terjadi pada kendaraan dengan harga di bawah US$20 ribu atau sekitar Rp325 jutaan, yang nilainya meningkat hingga 9,4 persen.

img_title Harga Pertamax Turun Jadi Rp 15.950 per Liter Mulai 1 Agustus 2026, Intip Daftar Lengkapnya

Temuan ini menjadi sinyal bahwa pasar mobil listrik bekas mulai memasuki fase yang lebih matang. Selama ini banyak calon pembeli menunda pembelian dengan harapan harga kendaraan listrik bekas akan terus turun, namun kondisi tersebut kini mulai berbalik.

Beberapa model bahkan mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan. Chevrolet Bolt EV model 2023, misalnya, kini memiliki harga rata-rata sekitar US$21.204, naik hampir 20 persen dibanding awal tahun yang berada di kisaran US$17.718.

img_title Chery Q Dijual Mulai Rp 239,9 Juta Tapi Belinya Gak Bisa Sembarangan

Kenaikan juga terjadi pada Tesla Model 3 produksi 2022 yang mengalami peningkatan harga sekitar US$3.000. Sementara Ford Mustang Mach-E keluaran 2023 naik sekitar US$4.000 dibanding beberapa bulan sebelumnya.

Menurut Recurrent, salah satu faktor yang mendorong kenaikan tersebut adalah semakin banyak konsumen yang mulai melihat mobil listrik bekas sebagai pilihan yang menarik. Selain harganya masih lebih terjangkau dibanding unit baru, kekhawatiran mengenai daya tahan baterai juga mulai berkurang seiring bertambahnya data penggunaan kendaraan listrik di lapangan.

Di sisi lain, pasokan mobil listrik bekas terus bertambah karena banyak kendaraan yang sebelumnya berstatus sewa (leasing) kini mulai masuk ke pasar. Meski jumlah unit meningkat, permintaan tetap kuat sehingga harga tidak lagi mengalami penurunan seperti beberapa tahun terakhir.

Laporan itu juga menyebut kenaikan harga bahan bakar di Amerika Serikat ikut mendorong minat masyarakat terhadap mobil listrik bekas. Bagi konsumen yang ingin menekan biaya operasional, kendaraan listrik menjadi salah satu alternatif yang semakin dilirik.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut