Ban Mobil Aus Sebelah Bukan karena Kualitasnya

Ilustrasi ban mobil.
Sumber :
  • Pixabay/Mikesphotos

Jakarta, VoxPop – Banyak pemilik mobil mengira ban yang aus di salah satu sisi menandakan kualitas produk yang buruk. Padahal, kondisi tersebut lebih sering dipicu oleh masalah pada kendaraan atau kurangnya perawatan rutin dibanding kesalahan pada ban itu sendiri.

img_title Tak Semua Mobil di GIIAS 2026 Boleh Dijual

Keausan ban yang tidak merata tidak hanya membuat umur pakai ban menjadi lebih pendek, tetapi juga dapat memengaruhi kenyamanan dan keselamatan berkendara. Jika dibiarkan, mobil bisa terasa sulit dikendalikan, terutama saat melaju di kecepatan tinggi atau ketika melewati jalan yang basah.

Disadur VoxPop Otomotif dari Slashgear, Jumat 7 Agustus 2026, salah satu penyebab paling umum adalah sudut roda yang tidak lagi presisi atau wheel alignment yang berubah. Kondisi ini biasanya terjadi setelah mobil sering melewati jalan berlubang, menghantam trotoar, atau akibat komponen kaki-kaki mulai mengalami keausan.

img_title Bukan untuk Menggantikan Sopir, Ini Fungsi Sebenarnya Nissan ProPilot Assist

Ketika sudut roda berubah, permukaan ban tidak lagi menapak secara merata di aspal. Akibatnya, bagian dalam atau luar tapak ban akan lebih cepat habis dibanding sisi lainnya. Selain membuat ban cepat rusak, kondisi ini juga sering ditandai dengan setir yang terasa tidak lurus saat mobil melaju lurus.

Faktor lain yang kerap diabaikan adalah tekanan angin ban. Ban yang kekurangan angin akan membuat kedua sisi tapak bekerja lebih keras sehingga bagian pinggir lebih cepat aus. Sebaliknya, tekanan angin yang terlalu tinggi membuat bagian tengah tapak ban menerima beban lebih besar sehingga keausan terjadi di area tersebut.

img_title Kabin Senyap Jadi Daya Tarik Baru Mobil Listrik Premium

Karena itu, tekanan angin ban sebaiknya diperiksa secara berkala, setidaknya sebulan sekali atau sebelum melakukan perjalanan jauh. Pengukuran juga sebaiknya dilakukan saat kondisi ban masih dingin agar hasilnya lebih akurat.

Penyebab berikutnya berasal dari sistem suspensi. Komponen seperti shock absorber, bushing, atau ball joint yang mulai aus dapat membuat roda tidak menapak sempurna di permukaan jalan. Dampaknya, pola keausan ban menjadi tidak beraturan atau muncul gelombang pada tapak ban.

Selain terlihat dari kondisi ban, kerusakan suspensi biasanya disertai gejala lain, seperti muncul bunyi saat melewati jalan rusak, mobil terasa limbung ketika berbelok, atau getaran yang lebih besar dari biasanya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut