Nissan Ikutan Bikin Mobil PHEV
- CNC
Beijing, VoxPop – Nissan mulai mengikuti tren kendaraan plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) yang semakin berkembang di China. Pabrikan asal Jepang itu tengah menyiapkan SUV baru bernama Nissan NX7, yang menggabungkan mesin bensin dengan motor listrik untuk menawarkan efisiensi sekaligus fleksibilitas dalam penggunaan sehari-hari.
Kehadiran NX7 menjadi bagian dari strategi Nissan memperkuat lini kendaraan elektrifikasi di pasar China. Langkah tersebut dinilai penting mengingat persaingan di segmen mobil listrik dan hybrid di negara itu semakin ketat, terutama dari produsen lokal.
Informasi mengenai spesifikasi Nissan NX7 terungkap melalui proses homologasi di China. Dari dokumen tersebut diketahui bahwa SUV ini dibekali baterai berkapasitas 40,95 kWh yang memungkinkan mobil menempuh jarak hingga 225 kilometer hanya dengan tenaga listrik berdasarkan standar pengujian CLTC.
Jika baterainya habis, kendaraan tetap dapat melanjutkan perjalanan menggunakan mesin bensin 1.500 cc naturally aspirated yang menghasilkan tenaga 98 dk. Mesin tersebut dipadukan dengan motor listrik bertenaga 228 dk sehingga sistem penggeraknya tetap mampu memberikan performa yang responsif.
Untuk konsumsi bahan bakar, Nissan mengklaim NX7 mampu mencatat angka sekitar 4,82 liter per 100 kilometer ketika baterai dalam kondisi kosong. Konsep ini menjadi salah satu keunggulan mobil PHEV karena pengemudi tidak perlu khawatir kehabisan daya saat melakukan perjalanan jauh.
Disadur VoxPop Otomotif dari CNC, Jumat 7 Agustus 2026, Nissan NX7 memiliki panjang 4.785 mm, lebar 1.932 mm, tinggi 1.665 mm, serta jarak sumbu roda 2.815 mm. Ukurannya menempatkan SUV tersebut di antara Nissan X-Trail dan Murano.
Dari sisi desain, NX7 mengusung bahasa desain terbaru Nissan dengan grille depan tertutup, lampu utama terpisah, gagang pintu semi tersembunyi, serta lampu belakang yang membentang dari sisi ke sisi. Beberapa fitur yang ditawarkan antara lain panoramic roof, kamera 360 derajat, hingga sensor LiDAR pada varian tertentu.
Baterai yang digunakan merupakan jenis lithium iron phosphate (LFP) dengan sel yang dipasok oleh perusahaan patungan CATL dan FAW. Teknologi ini dikenal memiliki daya tahan tinggi serta biaya produksi yang lebih rendah dibanding sebagian jenis baterai kendaraan listrik lainnya.
