Mobil Listrik Ini Bisa Tambah Jarak Tempuh Sendiri

Mobil listrik konsep
Sumber :
  • Carscoops

South Carolina, VoxPop – Mobil listrik umumnya masih bergantung pada pengisian daya dari sumber listrik eksternal. Namun, sebuah proyek riset terbaru menunjukkan bahwa kendaraan listrik di masa depan berpotensi menambah energi sendiri hanya dengan memanfaatkan sinar matahari.

img_title Bukan Cuma Baterai, Komponen Ini Juga Menentukan Karakter Motor Listrik

Disadur VoxPop Otomotif dari Carscoops, Minggu, 9 Agustus 2026, Clemson University bersama BMW mengembangkan mobil konsep bernama Deep Orange 17 Luminetta. Kendaraan ini dibekali lebih dari 1.700 sel fotovoltaik atau panel surya yang dipasang hampir di seluruh permukaan bodinya.

Berbeda dengan panel surya yang biasanya hanya ditempatkan di bagian atap mobil, Luminetta memanfaatkan area bodi yang jauh lebih luas. Dengan cara tersebut, mobil dapat menangkap sinar matahari baik saat diparkir maupun ketika sedang digunakan di jalan.

img_title Leapmotor Baru Mulai Rakit Mobil, Kapasitas Pabriknya Bisa 34.000 Unit

Tim peneliti menyebut sistem tersebut mampu menghasilkan energi lebih banyak dibandingkan konsumsi listrik kendaraan dalam skenario penggunaan harian tertentu. Berdasarkan simulasi yang dilakukan, energi dari panel surya dapat menambah jarak tempuh rata-rata hingga sekitar 50 kilometer per hari, tergantung kondisi cuaca dan intensitas sinar matahari.

Meski terdengar menjanjikan, hasil tersebut diperoleh dari kendaraan yang memang dirancang khusus untuk mengutamakan efisiensi. Luminetta memiliki bobot hanya sekitar 550 kilogram, jauh lebih ringan dibandingkan mobil listrik produksi massal yang umumnya memiliki berat lebih dari 1,5 ton.

img_title Cara Menghemat Baterai iPhone 2026, Pengaturan Ini Diam-diam Sering Menguras Daya

Bobot ringan tersebut dicapai melalui penggunaan kombinasi material baja, aluminium, serat karbon, serta sambungan logam hasil cetak tiga dimensi (3D printing). Selain itu, kendaraan juga dibekali sistem pengereman regeneratif, pengaturan distribusi torsi, dan pengendalian motor listrik yang dirancang untuk menghemat konsumsi energi.

Penelitian ini difokuskan pada kebutuhan perjalanan harian sekitar 20 kilometer. Dalam kondisi tersebut, panel surya berpotensi menghasilkan energi yang cukup untuk menggantikan bahkan melebihi listrik yang digunakan kendaraan selama perjalanan.

Tim peneliti juga melakukan simulasi berdasarkan kondisi cuaca di beberapa kota, yakni Greenville di Amerika Serikat, Frankfurt di Jerman, Madrid di Spanyol, serta Mumbai di India. Hasilnya menunjukkan sistem panel surya tetap mampu memberikan tambahan energi, meski besarannya berbeda di setiap wilayah.

Meski begitu, teknologi tersebut masih berupa proyek penelitian dan belum siap diterapkan pada mobil produksi massal. Selain membutuhkan biaya yang lebih tinggi, penerapan ribuan panel surya pada kendaraan komersial juga masih menghadapi tantangan dari sisi desain, ketahanan material, hingga efisiensi produksi.

Meski demikian, proyek ini menunjukkan bahwa panel surya pada mobil listrik bukan lagi sekadar pelengkap. Di masa depan, teknologi tersebut berpotensi menjadi salah satu solusi untuk mengurangi ketergantungan kendaraan listrik terhadap pengisian daya dari luar, terutama untuk kebutuhan mobilitas harian dengan jarak yang relatif pendek.

3 mobil baru Toyota meluncur di GIIAS 2026

Toyota Tegaskan Mobil Listrik Bukan Satu-satunya Jawaban untuk Indonesia

Di tengah semakin banyaknya mobil listrik berbasis baterai (Battery Electric Vehicle/BEV) yang masuk ke Indonesia, Toyota tetap memilih multi-pathway.

img_title
VoxPop.co.id
9 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut