Debat Perdana Pilkada Kalteng, Ben-Ujang Dinilai Lebih Santai

Cagub dan Wagub Kalteng, Ben Ibrahim dan Ujang Iskandar
Sumber :
  • Istimewa

VoxPop – Debat pertama Pilkada Kalimantan Tengah (Kalteng) digelar KPU pada Sabtu, 7 November kemarin. Acara debat ini penuh dengan berbagai argumen saling menyerang satu sama lain.

img_title Kesaksian Orang Tua Siswa soal Robohnya SDN Kebayoran Lama 09 Jaksel: Terjadi saat Libur Pilkada Jakarta Hujan Deras

Dalam debat ini, pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Ben Brahim dan Ujang Iskandar dinilai menampilkan politik santun. Hal itu terlihat dari tutur katanya ketika menyampaikan gagasan dan program-programnya.

"Pasangan nomor urut satu menampilkan politik santun dalam berdebat. Tidak terpancing walau ada nada-nada yang kurang baik, Pak Ben dan Pak Ujang tetap fokus pada pertanyaan dan gagasannya," ujar Dosen psikologi Universitas Palangka Raya (UPR) Tika Wibisono kepada wartawan, Minggu, 8 November 2020.

img_title Legislator PDIP: Politik Uang Bisa Selesai dengan Perbaikan Regulasi, Bukan Pilkada Tidak Langsung

Berbeda dengan lawan politiknya Paslon nomor urut dua. Kata Tika, emosi dari petahana terlihat tidak mampu dikontrol.

"Kita lihat banyak kalimat-kalimat yang tidak pantas sebetulnya diucapkan di ruang publik, tapi nyatanya malah diucapkan. Saya melihat petahana meluapkan emosinya ketika berbicara," kata Tika.

img_title Puan Hormati Putusan MK soal Pilkada Langsung, DPR Segera Tindak Lanjuti

Tika juga mengamati gesture dari masing-masing Paslon. Menurutnya, Ben-Ujang terlihat lebih santai dan mampu menguasai arena pertarungan dengan apik.

"Paslon nomor urut satu terlihat lebih relaks, body language nya tertata apik. Berbeda dengan petahana yang saya lihat nampak gelisah dan gelagapan ketika berbicara," kata Tika.

Tika bisa menyimpulkan untuk gelaran debat publik perdana Pilkada Kalteng 2020. Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur nomor urut satu lebih unggul dari segi tatanan bahasa dan emosional.

"Untuk debat perdana Ben-Ujang lebih unggul daripada Sugianto-Edy," kata Tika.

Baca juga: Pilkada Kalteng, Ben Brahim Janjikan Insentif untuk Pemuka Agama

Ilustrasi Pilkada

DPR Usul Pilkada Hanya Pilih Kepala Daerah Tanpa Wakil

Anggota Komisi II DPR RI Muhammad Khozin mengusulkan pilkada dilakukan hanya untuk memilih kepala daerah, sementara wakilnya ditetapkan berdasarkan pilihan kepala daerah.

img_title
VoxPop.co.id
30 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut