Video Hantaman Rudal Sebelum Ledakan Dahsyat di Beirut, Cek Faktanya
- cekfakta.com
VoxPop – Akun Instagram Teluuur (instagram.com/teluriyun) mengunggah video dengan narasi sebagai berikut:
“Rekaman kamera infrared menunjukkan adanya hantaman rudal dari langit tepat sebelum ledakan dahsyat terjadi di Beirut, Libanon. Benarkah zionis Israel pelakunya? Wallahua’lam”
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, dilansir cekfakta.com, klaim adanya video rekaman kamera infrared menunjukkan adanya hantaman rudal dari langit tepat sebelum ledakan di Beirut, Lebanon adalah klaim yang salah.
Faktanya, video itu adalah video editan atau suntingan. Video itu adalah gabungan dari dua video yang diambil dari peristiwa ledakan di Beirut, Lebanon, yang kemudian ditempeli gambar rudal dan diberi efek film negatif.
Dua video yang digabungkan itu sama-sama diambil dari peristiwa ledakan di Beirut pada 4 Agustus 2020. Video pertama pernah ditayangkan oleh CNN Arabic pada 5 Agustus 2020 dengan judul “Lebanon: Sebuah ledakan besar di dekat Pelabuhan Beirut menyebabkan luka-luka, kerusakan parah, dan kekacauan di pusat ibu kota”. Adapun video kedua pernah diunggah oleh kanal YouTube Daesh Hunter pada 6 Agustus 2020 dengan judul “Video close up dari ledakan di Beirut”.
Baik video yang diunggah CNN Arabic maupun kanal YouTube Daesh Hunter, tidak terlihat adanya sebuah benda yang diklaim sebagai rudal yang menghantam wilayah Beirut dan menyebabkan terjadinya ledakan dahsyat.
Perbandingan video asli dengan video yang telah diberi efek film negatif pernah diunggah oleh kanal YouTube Totally Epic Wow Craziness pada 6 Agustus 2020. Video itu diberi judul “Perbandingan langsung video berefek film negatif dengan rudal palsu dalam ledakan Beirut Lebanon”.
Dalam keterangannya, kanal ini menulis, “Anda bisa melihat rudal palsu yang jelas telah ditambahkan ke dalam rekaman. Tidak ada nuklir taktis mini. Tidak ada misil asli. ‘Rudal’ jelas ditambahkan setelahnya. Tidak ada gerakan yang buram, tidak cocok dengan piksel atau fokus aslinya, tidak berputar, dll.”
Menurut profesor digital forensik dari Universitas California, Berkeley, Hany Farid, yang diwawancarai oleh Lead Stories, video itu jelas palsu. Suntingannya juga terlihat kasar.
