Teror Beruntun Ulama, Siapa Dalangnya?
- VoxPop/Zahrul Darmawan
"Korban sebagai tokoh masyarakat sini menegur pelaku, untuk tidak melakukan perbuatan itu lagi. Tadi malam, pelaku sempat datang juga ke rumah korban, tapi karena larut malam diminta datang paginya. Namun, yang terjadi pelaku malah menyerang korban yang sedang salat," kata Didik di lokasi kejadian.
Selanjutnya, pelaku akan dilakukan observasi di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, untuk mengetahui kondisi kejiwaan pelaku. Hal ini perlu dilakukan, informasi yang kami peroleh pelaku memliki penyakit kejiwaan karena sering memarahi orang tanpa sebab musabab. "Ini yang sering diamati masyarakat," ujarnya.
Berikutnya, surat kaleng>>>
Surat kaleng
Kasus teror dan ancaman kekerasan terhadap sejumlah ulama di Depok, memang bukan yang pertama kali. Beberapa hari sebelumnya, warga Depok diresahkan beredarnya surat kaleng berisi ancaman penculikan yang ditujukan kepada ustaz di perumahan GDC Cluster Gardenia Blok Q, Sukmajaya, Depok, Jawa Barat. Surat itu ditemukan pada Sabtu 3 Maret 2018, lalu.
Surat kaleng itu pertama kali diketahui oleh satpam perumahan bernama Asep dalam bentuk paket dengan nama penerima Ustaz Shobur Gardenia. Paket itu dititipkan di pos perumahan dengan alamat pengirim dari Keadilan Jaya Abadi, Jalan Malaka Hijau, Pondok Kopi, Jakarta Timur.
Setelah paket itu dibuka, diketahui adanya surat berisi ancaman akan menculik sepuluh ustaz. Empat nama di antaranya, merupakan penghuni perumahan GDC. Polisi pun sudah menindaklanjuti temuan tersebut dengan melakukan olah TKP dan pengamanan.
Polisi memastikan mengusut tuntas pelaku penyebar teror berupa surat ancaman pembunuhan terhadap sejumlah ulama di Depok. Kapolres Depok, Kombes Didik Sugiyarto mengungkapkan, polisi menggandeng TNI (Kodim 0508 Depok) dan stakeholder lain, untuk melakukan berbagai upaya meredam kepanikan warga.
Di antaranya, adalah dengan mendatangi langsung sejumlah ulama yang disebut dalam surat tersebut. "Kami telah datangi para ulama, agar masyarakat semakin tenang kami juga rutin melakukan patroli dan penjagaan," katanya, Minggu 4 Maret 2018.
Polisi mengaku serius untuk mengungkap dalang sekaligus pelaku pengancaman itu. Dari hasil penyelidikan diketahui, alamat pengirim yang tertera di surat tersebut ternyata tidak sesuai, alias fiktif.
