Teror Beruntun Ulama, Siapa Dalangnya?

Vivi, wanita berusia 28 tahun yang diduga mengalami gangguan jiwa, diringkus sesaat setelah menikam seorang ustaz saat salat subuh di Masjid Darul Mustaqin, Depok, Jawa Barat, pada Minggu, 11 Maret 2018.
Sumber :
  • VoxPop/Zahrul Darmawan

"Kita sudah cek alamatnya di kawasan Jakarta Timur, ternyata fiktif," kata Kasat Reskrim Polresta Depok, Komisaris Putu Kholis Aryana.

img_title Marak Tokoh Agama Diserang, Fadli Zon Ingatkan Peristiwa Kanigoro

Baca: Ternyata 6 Anggota MCA Otak Penyebar Isu Penculikan Kiai

Masih di hari yang sama dengan teror surat kaleng ancaman pembunuhan ulama di Depok, sebuah proyektil peluru juga ditemukan tergeletak di lantai depan teras studio musik milik Raja Dangdut Rhoma Irama di Soneta Record Jalan Tole Iskandar, Sukmajaya, Kota Depok, Sabtu 3 Maret 2018.

img_title Pelaku Penganiayaan Imam Masjid di Garut Diciduk Polisi

Temuan itu, pertama kali didapati oleh seorang office boy Soneta Record. Belum diketahui apakah temuan itu adalah bentuk teror ke Rhoma atau tidak. "Penyidik sudah melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara), saat ini masih menunggu hasil olah TKP dari Tim Puslabfor Mabes Polri," kata Kompol Putu Kholis, saat dikonfirmasi wartawan, Minggu 4 Maret 2018.

Proyektil peluru di TKP Markas Soneta Grup milik Rhoma Irama.

img_title Dikira Mau Aniaya Ustaz, Dua Pemuda Kembar Babak Belur Dihajar Massa

Proyektil yang ditemukan di studio musik Rhoma Irama di Depok.

Berdasarkan keterangan Kasat Reskrim Polresta Depok itu, puslabfor telah melakukan olah TKP lanjutan, didapati beberapa fakta di antaranya tidak ada kaca yang pecah dan tidak ada benda yang rusak.

Putu menegaskan, tidak ada fakta yang menunjukkan studio tersebut diberondong tembakan, karena yang ditemukan hanya satu proyektil peluru. "Hanya ada satu goresan di dinding, kena pantulan peluru. Jadi, yang tersebar di media sosial itu tidak benar," katanya. "Kemungkinan pantulan peluru nyasar," tambahnya.

Selanjutnya, modus baru>>>

Modus baru

Semua rentetan peristiwa itu tak lepas dari sorotan Mabes Polri. Kasus teror surat kaleng penculikan ulama di Depok, salah satu yang mendapat atensi penuh, di tengah maraknya isu hoax penganiayaan tokoh agama di beberapa daerah.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigjen Pol M. Iqbal mengatakan polisi melakukan sejumlah antisipasi dari sejumlah rangkaian teror yang terjadi. Di antaranya, dengan menerjunkan tim untuk mengamankan tokoh-tokoh agama yang menerima ancaman dan meminta keterangan mereka.

"Kami terus melakukan penyelidikan juga," kata Iqbal di Mabes Polri, Senin 5 Maret 2018. [Baca: Motif Anggota MCA Sebar Hoaks, Bikin Jabar Rusuh]

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut