Teror Beruntun Ulama, Siapa Dalangnya?
- VoxPop/Zahrul Darmawan
Sejauh ini, lanjut Iqbal, polisi masih melakukan pendalaman penyidikan tokoh di balik ancaman. Selain itu, Iqbal mengatakan, polisi juga menyelidiki koneksi dengan kasus-kasus penyerangan yang lain di beberapa daerah lain.
Iqbal menuturkan Satgas Nusantara (Satgas Pemburu Hoaks dan Siber Polri) telah menyampaikan beberapa pesan terhadap masyarakat bahwa tidak semua kejadian yang beredar di masyarakat sesuai dengan yang terjadi.
Menurutnya, ada beberapa kasus yang memang benar terjadi kekerasan terhadap pemuka agama. Namun, ada pula kejadian yang difabrikasi seolah-olah kekerasan terhadap pemuka ulama padahal kriminal biasa.
Bahkan, ada pula yang tidak terjadi kekerasan sama sekali, tetapi dikabarkan seolah terjadi kekerasan pada ulama. "Jadi, dibumbu-bumbui, dikemas sedemikian rupa, sehingga seperti nyata. Nah, yang di Depok, ada juga modus baru. Ini yang kami dalami," ujar Iqbal.
"Intinya begini, bahwa Polri melakukan pendalaman soal siapa yang menjadi aktor di balik kasus ini. Tetapi, belum tentu aktor ini yang mendesain kasus yang ada," lanjutnya.
Dugaan ini cukup beralasan. Sebab, belum lama ini Polri berhasil mengungkap aksi kelompok pelaku ujaran kebencian yang menyebarkan berita bohong, alias hoax. Sindikat tersebut Muslim Cyber Army yang tergabung dalam grup WhatsApp bernama The Family MCA.
![]()
Kelompok Muslim Cyber Army yang menyebarkan isu provokatif dicokok polisi.
Kelompok ini diduga melakukan kejahatan dengan melempar isu provokatif di media sosial. Beberapa isu krusial yang dimunculkan seperti kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI), penculikan ulama hingga penyerangan terhadap nama baik Presiden, serta tokoh-tokoh tertentu.
Setidaknya, 14 anggota terkait MCA sudah diamankan aparat. Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menyatakan delapan orang ditangkap pada awal 2018. Sementara itu, enam pelaku lain yang diduga anggota inti dari The Family MCA dicokok pada Senin 26 Februari 2018.
Bagaimana pun, kasus teror dan kekerasan terhadap tokoh-tokoh agama di beberapa daerah, bukanlah isapan jempol belaka. Tetapi, menggunakan isu tersebut untuk memecah belah persatuan bukanlah cara yang bijak. Maka, pengusutan kasus ini oleh aparat penegak hukum penting untuk segera diungkap siapa dalang dan apa motifnya. (asp)
