RIP Bioskop 'Esek-esek' Grand Senen

Bioskop Mulia Agung dan Grand Senen Kini
Sumber :
  • VoxPop/Zahrotustianah

"Tapi kalau bioskop dibangun sudah seperti gudang biasa, tanpa ada yang spesial, kayak gudang biasa gitu, atapnya seng, kursi jejer-jejer gitu. saya sih melihat dia tidak menjadi salah satu ikon itu," dia menambahkan.

img_title 20 Ucapan Selamat Hari Film Nasional Ke-73, Bercermin Pada Masa Lalu, Merencanakan Masa Depan

Pada perkembangannya, bioskop saat ini juga tak cukup untuk mewadahi penonton sinema saja. Orang-orang memilih ke bioskop tak hanya sekadar menonton semata. Patricia Elida Tamalagi, seorang pegiat pemutaran dan apresiasi film, sebelum meninggal pada September 2011 silam pernah menulis kajian terhadap konsep bioskop sebagai ruang publik untuk tesisnya.

Tulisan itu dipublikasi pada 17 Mei 2013 oleh tim Film Indonesia (filmindonesia.or.id) lewat artikel berjudul Sejarah dan Produksi Ruang Bioskop. Di dalamnya, dia menuturkan, pada tahun 1920 dan 1940-an, bioskop hadir di lokasi-lokasi keramaian, seperti taman hiburan yang juga menyediakan pertunjukan hingga dagangan di sana.

img_title Dalam Pengeringati Hari Film Nasional, Ini 5 Rekomendasi Film Islami Indonesia

Masuk ke era 1980-an di mana video game begitu booming di Asia Tenggara, saat itulah konsep menonton jadi terasa agak berbeda. "Poin yang bisa ditandai dari era video game ini pertama adalah desakralisasi citra dari kegiatan 'pergi ke bioskop'," tulisnya. 

Artinya, seseorang yang memutuskan untuk pergi ke bioskop bisa jadi tak hanya karena filmnya, tapi juga sambil bermain game. Itulah mengapa, bioskop kerap berada tak jauh dari lokasi bermain. Kini, bioskop sudah terintegrasi ke dalam pusat perbelanjaan, yang lebih menawarkan pengalaman seru lainnya, seperti makan, berbelanja, dan lain sebagainya.

img_title 5 Film Indonesia yang Sukses Go Internasional, dari Aksi Hingga Horor

Bioskop Metropole XXI

Tinia pun mengatakan, aktivitas menonton yang lebih kompleks itu juga menjadi alasan, bioskop-bioskop tua tak bisa dipertahankan. Meski begitu, dia tak menampik, bioskop masih jadi tempat hiburan utama di Jakarta.

"Misal di Senen, mungkin kita bisa hidupkan, tapi tidak seluas itu. Dia juga harus direnovasi sesuai dengan tempat publik lain yang terang dan tidak gelap, menyeramkan kayak gitu," tuturnya.

Pada akhirnya, Teater Mulia Agung dan Grand Senen memang benar-benar harus tutup usia, menyisakan Metropole sebagai bioskop tertua satu-satunya yang masih dibuka di Jakarta saat ini. 

Belum ada kepastian akan jadi apa gedung itu nantinya. Entah, mungkinkah akan menjelma menjadi hotel seperti Rivoli, bioskop tua yang juga terkenal di kawasan Kramat, Senen? Ruang publik lain yang lebih kekinian? Atau mungkin menunggu saja termakan usia, runtuh, rata dengan tanah, hingga terlupakan sejarah. (umi)

Film Art

Puncak Hari Film Nasional, Motor Dilan Hingga Kostum Pemain Mejeng di Sarinah

Mengakhiri rangkaian kegiatan Hari Film Nasional 2024, diselenggarakan acara bertajuk Film Art, yang digelar di Sarinah, Thamrin, Jakarta, pada Kamis, 4 April 2024.

img_title
VoxPop.co.id
5 April 2024
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut