Pesawat Mahal, Buritan Kapal Jadi Sandaran

Viral foto pemudik kapal Pelni di buritan kapal
Sumber :
  • Ist

VoxPop – Pemandangan tak biasa muncul di dalam dek, lorong, dan buritan Kapal Motor Gunung Dempo yang dioperatori PT Pelayaran Nasional Indonesia atau Pelni kala itu. Kapal dengan rute Sorong-Surabaya itu dijejali penumpang, melebihi waktu-waktu sebelumnya.

img_title Bangun Budaya Keselamatan Transportasi, Kemenhub Geber Kampanye Keselamatan Pelayaran di Cilacap

Saat itu, perjalanan laut dilakukan pada 27-30 Mei 2019, kapal pun sedang melayani angkutan Lebaran 2019. Namun, jumlah penumpang itu meningkat luar biasa, akibat dari beralihnya penumpang udara karena mahalnya tiket pesawat. 

Penuh sesaknya perjalanan saat itu, membuat sejumlah penumpang mengeluhkan kenyamanan. Mereka mengeluh kurang maksimalnya fasilitas umum di atas kapal, seperti air kamar mandi mati, ruangan panas, dan stok air mineral habis.

img_title Kemenhub Sebut Inisiatif Sektor Transportasi Publik Indonesia Berhasil Raih Pengakuan Internasional

Membeludaknya penumpang di atas KM Gunung Dempo tersebut, diamini PT Pelni. Menurut Pelni, adanya penumpang yang duduk di lorong dan buritan, karena pihaknya menjual tiket dispensasi.

Para penumpang sedang antre turun kapal Pelni.

img_title Relaksasi Fuel Surcharge, Asosiasi Maskapai: Harga Tiket Pesawat Bisa Lebih Fleksibel

Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT Pelni, Yahya Kuncoro menjelaskan, pihaknya menjual tiket dispensasi, karena terbatasnya armada kapal laut, di tengah lonjakan signifikan penumpang pada angkutan Lebaran 2019. 

Menurut dia, tiket dispensasi dijual kepada penumpang yang bersedia untuk tidak duduk di bangku kapal laut. Bahkan, dalam empat bulan terakhir ada peningkatan signifikan dari 852.255 menjadi 1.172.143 pelanggan, atau naik rata-rata 38 persen per bulan dibanding sebelumnya. 

"Kami menampung aspirasi masyarakat untuk tiket dispensasi. Penambahan tiket, karena keterbatasan armada kapal. Pelni belum mampu menambah armada," kata Yahya dikutip dari siaran persnya, Minggu 2 Juni 2019.

Ia menambahkan, sejak sebelum Ramadan pihaknya mengimbau kepada para calon pemudik untuk mengatur waktu bepergian sesuai ketersediaan tiket. Realisasi data pemudik dari H-15 hingga H-5 penumpangnya naik 34 persen, dari yang tahun lalu 169.919 menjadi 226.996 pelanggan.

"Tiket dispensasi tetap mengutamakan keselamatan, namun akan mengurangi kenyamanan pelanggan. Penumpang nonseat, akan menempati lorong-lorong dekat tangga dan ruang-ruang terbuka yang biasanya kosong di dekat masjid yang pada masa normal menjadi tempat bersantai," ungkap dia.

Pastikan keselamatan

Sementara itu, karena banyaknya permintaan, Yahya mengaku Pelni harus ambil risiko melayani masyarakat dengan tetap menyiapkan peralatan keselamatan yang diwajibkan Kementerian Perhubungan. Dia pun menyampaikan permohonan maaf, bila ada yang tidak nyaman atas pelayanan tersebut.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut