Pilpres Selesai, Saatnya Merajut Persatuan
- ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
"Politik kita jadinya serba lucu, macam dagelan politik. Rakyat terbelah ekstrem, sementara elit malah bagi-bagi kekuasaan. Ini akan menjadi kabar buruk bagi oposisi," jelas Adi.
![]()
Sementara itu, Pengamat Politik, Ujang Komarudin memprediksi, kemungkinan Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tetap di barisan oposisi. Adapun Partai Amanat Nasional (PAN) diperkitakan memainkan gaya lama, yaitu partai pemerintah namun rasa oposisi.
Untuk Partai Demokrat, dinilai akan menerapkan cara politik aman. Lalu, Partai Berkarya sulit diperhitungkan, karena masuk kotak alias tak lolos ke parlemen. "Berkarya masuk kotak. Gerindra dan PKS yang pas di oposisi. Biar ada yang mengkritik kekeliruan pemerintah," tutur Ujang.
Baca: Gerindra Ditawari Menteri, PKS Belum Percaya
Kemudian, Ujang mengingatkan, periode Jokowi dianggap banyak catatan yang harus dikawal dan kritisi. Selain perbaikan ekonomi, persoalan penegakan hukum yang adil menjadi pekerjaan rumah Jokowi untuk lima tahun mendatang. Persoalan ini, menurutnya, yang mesti dikawal konsisten oleh barisan oposisi.
"Terapkan keadilan yang dinilai belum adil. Dan, yang paling utama, bagaimana ada kebijakan pemerintah soal utang negara yang jumlahnya sudah mencapai lebih dari Rp5.000 triliun," ujarnya. (asp)
