Eks ISIS Pulang Kampung
- VoxPop.co.id/Syaefullah
Zainut menjelaskan, Kemenag sendiri lebih berfokus pada kontra-radikalisasi. Yakni, bagaimana pihaknya menyiapkan program-program untuk kontra radikalisasi dari hulunya.
"Melalui program pendidikan, kemudian penanaman nilai-nilai kebangsaan, keindonesiaan dan moderasi beragama, itu fokus kami," kata dia.
Polri sendiri telah menyiapkan langkah-langkah, jika 600 WNI eks ISIS akan dipulangkan ke Indonesia. Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Komisaris Besar Polisi Asep Adi Saputra menyampaikan, setidaknya ada tiga poin terkait langkah yang akan dilakukan oleh Polri.
"Pertama, kita masih koordinasi dengan pemerintah, di mana WNI eks ISIS ini berasal, maksudnya yang masih di negara Suria, Turki, dan Irak, kita masih koordinasi," kata Asep di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin 3 Februari 2020.
Kemudian kedua, kata Asep, Polri melakukan verifikasi dan mem-profiling terhadap WNI eks simpatisan ISIS. Hal ini dilakukan, untuk memastikan yang bersangkutan benar WNI.
Lalu, langkah ketiga, Polri bersama kementerian dan lembaga seperti Kemenlu, Kemenag, Kemensos, BIN, dan BNPT, tengah melakukan kajian strategis. Kajian strategis itu, jelas Asep, termasuk mem-profiling secara menyeluruh tingkat terpaparnya paham radikal ISIS.
"Gimana tingkat pemahaman ISIS ada pada dirinya, bagian itu jadi secara bertahap," kata Asep.
Kondisi WNI eks ISIS di Pengungsian
Tewasnya perempuan Indonesia eks kombatan ISIS belum lama ini di kamp Al-Hol, dilaporkan oleh media asing dan kantor berita Kurdi, Al Hasaka. Perempuan tersebut dilaporkan bernama Sodermini (Sudarmini) yang tengah dalam kondisi hamil. Dia diduga tewas dibunuh. Ditemukan bekas lebam dan tanda-tanda kekerasan di tubuhnya.
![]()
Namun Kementerian Luar Negeri RI menyatakan, masih harus melakukan verifikasi terhadap WNI yang disebutkan tewas akibat terbunuh tersebut. Plt Juru Bicara Kemlu, Teuku Faizasyah sekitar dua pekan lalu mengatakan, kondisi politik dan keamanan yang belum stabil di Suriah, akan membuat proses verifikasi tak bisa dilakukan dengan cepat.
"Lokasi tempat kejadian berada di bawah pengawasan kelompok yang berseberangan dengan Pemerintah Suriah," kata Faizasyah.
Diketahui, di kamp-kamp yang ada di Suriah, saat ini, tak hanya eks kombatan ISIS asal Indonesia yang berdiam. Ada ribuan orang dari negara-negara lain yang sempat mau bergabung dengan kekhalifahan. Namun, sejak kantong-kantong ISIS seperti Mosul (Irak) dan Raqqa (Suriah) berhasil digulung pada 2017, kombatan dan simpatisan ISIS terlunta-lunta.
