Penduduk Miskin Indonesia Berkurang, Benarkah?
- Antara/ Oky Lukmansyah
"Jadi Kalau data ini tidak realistis, maka angkanya juga pasti tidak akan realistis," kata Enny.
Faktor lainnya yang membuat hasil survei ini tidak realistis adalah, pada periode tersebut kata Enny, beberapa sektor ekonomi mengalami perlambatan, khususnya sektor industri dan sektor pertanian pada kuartal I 2016.
Dia menjelaskan, ketika sektor industri mengalami penurunan akan terjadi pengurangan lapangan pekerjaan. Hal itu secara otomatis seharusnya menambah angka kemiskinan.
Sebab lanjut dia, salah satu pendorong orang ke lubang kemiskinan adalah tidak memiliki pekerjaan.
"Karena memang problem dua tahun terakhir adalah problem kenaikan harga pangan yang luar biasa. Nah sementara penduduk miskin itu. Nah, Ini yang menjadi nggak make sense ketika tiba-tiba terjadi penurunan angka angka kemiskinan," kata dia.
Lebih lajut dia berharap, di masa depan BPS bisa lebih dalam melakukan survei langsung ke lapangan. Sehingga data statistik yang disajikan bisa lebih akurat.
Sebagai informasi sumber data utama yang dipakai BPS untuk menghitung tingkat kemiskinan Maret 2016 adalah data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) pada bulan tersebut.
Selain itu data tambahan digunakan dari hasil Survei Paket Komoditi Kebutuhan Dasar (SKKD), yang dipakai untuk memproyeksikan proporsi pengeluaran masing-masing komoditi pokok bukan makanan.
