Harga Cabai Rawit Merah Meroket, Kenapa Bisa?
- ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah
Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu juga tidak setuju, jika kemudian perubahan cuaca disebut biang keladi naiknya harga dan kelangkaan produksi cabai. Sebab, masalah yang sesungguhnya membuat harga cabai kerap naik masih perlu dicari dengan sungguh-sungguh.
"Harus dilihat secara objektif apakah penyebabnya karena kelangkaan produksi atau karena pemburu rente yang bermain untuk mempermainkan harga," ujar dia.
Ketua Komisi IV DPR RI, Edhy Prabowo, juga mendesak pemerintah segera menyelesaikan persoalan naiknya harga komoditas utama itu.
"Kita harus cari tahu apa masalahnya. Cabai kan satu komoditas cabai itu saja, jangan berdalih karena cuaca, dan jangan jadi polemik berkepanjangan," ujar Edhy melalui pesan singkatnya, Rabu 8 Februari 2017.
Ia pun menilai, ada masalah dalam tata kelola pangan di dalam negeri yang menjadi salah satu penyebab tidak stabilnya harga komoditas pangan nasional. Karenanya, dia menekankan pentingnya tata kelola pangan secara komprehensif antara produsen, distributor, dan konsumen.
"Jadi, Kementan (Kementerian Pertanian) sebagai produsen, meski saya nilai sudah bagus, tetapi dorong perbaikan terus menerus, distribusi juga dalam hal ini Kemendag (Kementerian Perdagangan) harus turun, saling jemput bola juga," kata dia.
Toko Tani Indonesia tak efektif
Pemerintah, melalui Kementerian Pertanian, telah berusaha menggencarkan kembali kegiatan pasar murah melalui Toko Tani Indonesia. Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, menjanjikan harga bahan pakok pangan lebih murah ketimbang di pasaran.
Senin lalu, 6 Februari 2017, Kementerian Pertanian melakukan pengiriman perdana komoditas pangan strategis ke-22 TTI yang tersebar di beberapa wilayah di Jakarta. Total komoditas pangan pokok dan strategis yang dipasok terdiri dari beras, gula pasir, bawang merah, cabai merah, dan daging sapi.
Harga komoditas yang dijual di TTI saat ini memang terbilang cukup murah dibanding harga pasaran. Di TTI sentral Ragunan Jakarta, harga cabai rawit merah dijual Rp60 ribu per kg, cabai keriting Rp35 ribu.
Pemerintah melalui Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan menargetkan pengadaan 1.000 Toko Tani Indonesia di daerah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Saat ini, baru ada 45 TTI di Jakarta.
