Mewaspadai Konten Dewasa di Film Superhero dan Anak-anak
- Disney
Untuk pertama kalinya, Disney mengangkat karakter gay tersebut ke dalam film mereka. Akibatnya, sejumlah pihak protes dan marah.
Sutradara memiliki alasan tersendiri untuk mempertontonkan adegan sesama jenis di film klasik ini. Condon menyatakan hal ini sebagai momen penting bagi representasi LGBT. "Mungkin ini terlalu lama, tapi ini momen penting untuk Disney," katanya kepada Attitude.
Banyak yang menduga bahwa menampilkan karakter gay itu sengaja dilakukan Disney untuk mendongkrak film tersebut.
Larangan Beauty and The Beast
![]()
Adegan sesama jenis yang ditampilkan film tersebut berbuntut panjang. Film ini menuai kritik dan boikot. Beberapa negara keberatan dengan jalan cerita yang menampilkan sosok gay dalam film itu.
Salah satu negara yang berencana melarang film tersebut tayang adalah Rusia. Negeri Tirai Besi ini sedang mempertimbangkan untuk melarang film ini beredar di bioskop negaranya. Vladimir Medinsky, Menteri Kebudayaan Rusia, mengatakan pihaknya akan melihat dahulu film tersebut sebelum tanggal 16 Maret, jadwal perilisan resminya.
"Segera setelah kami dalam salinan film yang sesuai dengan materi untuk distribusi, kami akan mempertimbangkannya berdasarkan hukum," kata Medinsky.
Senada dengannya, rekan Vladimir, Alexander Sholokhov, menegaskan jika film ini melanggar hukum, maka sudah seharusnya tidak ditayangkan di bioskop-bioskop. Pavel Derevyanko, aktor Rusia pun punya pendapat yang sama. "Aku tidak akan membawa anak-anakku menonton film ini," katanya dilansir Independent.
Namun, yang terbaru, pihak Rusia tidak akan melarang film ini. Negara tersebut memasukkan film ini dalam kategori 16+. Rusia melarang keras film ini ditonton anak-anak.
Sebelumnya, Alabama juga sudah melarang Beauty and the Beast tayang di wilayahnya. Mereka dengan tegas menyatakan hanya akan menayangkan film yang tidak membuat penonton khawatir dengan konten seks, bugil, homoseksual, dan juga bahasa-bahasa yang kotor.
Josh Gad yang memerankan tokoh gay dalam film tersebut akhirnya angkat bicara soal kontroversi perannya itu.
"Apa yang akan saya katakan adalah bahwa film ini salah satu inklusivitas. Ini salah satu yang memiliki sesuatu untuk menawarkan semua orang," ujarnya kepada People.
