Film G30S/PKI dan Munculnya Lagi Sentimen Anti-Komunis
- cinema-xcinema.blogspot.com
Siapa yang takut
![]()
FOTO: Para korban kekerasan tahun 1965 yang menyuarakan protest kepada pemerintah soal nasib mereka
Di luar itu, film G 30 S-PKI harus diakui tetaplah sebuah karya. Apakah itu sesuai fakta atau tidak, memang sulit untuk ditemukan. Sebabnya film ini bukanlah film dokumenter.
Ini rekaan yang dibuat oleh pemerintah, dan kebetulan 'dipaksakan' menjadi tontonan wajib sehingga mahfum kemudian bisa 'mencuci' pikiran beberapa generasi tentang sejarah masa lalu Indonesia.
Sutradara kenamaan Hanung Brahmantyo, mengaku tak mempersoalkan film G 30 S-PKI diputar kembali. Suami dari artis Zaskia Adya Mecca yang dikenal dengan beberapa film terpopuler Indonesia ini mengajak publik untuk berpandangan tak perlu mencemaskan film itu.
18. Buat saya, gak ada yg salah di Film G30S. Karena Visi Eksekutif Producernya jelas. Membuat penonton membenci PKI dan memuja orde baru????????
— hanung bramantyo (@Hanungbramantyo)
19. Sbg Sutradara, Arifin berhasil
— hanung bramantyo (@Hanungbramantyo)
menyajikan Horor di Lubang Buaya. Tentunya berdasar sudut pandang Eksekutif Producer ( Orde Baru ).
21. Kalo ada yg terganggu dg Subyektifitas di Film G30S ya silakan bikin versi lain. Itulah Demokrasi. (Eh?Kita msh demokrasi gak sih?????
— hanung bramantyo (@Hanungbramantyo)
Senada dikatakan Direktur Perum Produksi Film Nasional (PFN) Elprisdat M Zen. Menurutnya, secara prinsip memang film G 30 S-PKI kembali diputar bukan dalam posisi untuk memaksa kembali puiblik untuk mempercayainya.
"Bukan berarti kita sedang mengklaim kebenaran," katanya di Kantor Menkopolhukam, Kamis, 14 September 2017.
Dalam perspektifnya, justru dengan diputar ulang film yang telah dibekukan selama 14 tahun itu maka akan memunculkan ide kepada publik untuk mendiskusikannya lebih dalam.
"Justru, dengan ditampilkan kembali seperti itu, akan muncul, kristalisasi sudut mana yang benar. Fungsi film kan seperti itu. Menjadi trigger untuk open discussion," katanya.
Elprisdat justru meyakini, dengan diputarnya kembali film itu maka akan bisa membuat publik memetakan sendiri bagaimana reaksi orang yang belum atau sudah pernah menonton film G 30 S-PKI.
"Apa semua orang memang betul-betul benci dengan semua yang berbau masa lalu, atau sebaliknya?" ujar Elprisdat.
