Film G30S/PKI dan Munculnya Lagi Sentimen Anti-Komunis
- cinema-xcinema.blogspot.com
Yang pasti, yang mesti dibenahi saat ini adalah, persepsi negara soal ketakutan akan kebangkitan PKI. Sebabnya, salah satu yang ditekan TNI hingga 'memaksa' kembali memutar film G 30 S-PKI adalah agar jangan ada kejadian serupa terjadi.
Ini sepertinya menjadi biang masalah. Ditambah lagi latah mengenai segala hal yang beraroma PKI mulai dari baju palu arit, diskusi korban 1965, buku-buku, dan lain sebagainya jelas menjadi biang lain yang tak kalah penting untuk diluruskan.
Film Rambo
Seperti dikatakan Sejarahwan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Asvi Warman Adam. Bahwa saat ini yang mencuat justru bukan soal PKI itu akan hidup, namun lebih kepada pihak-pihak yang hendak mengubur tragedi kemanusiaan pada tahun 1965 yang kebetulan berkaitan dengan isu PKI ketika diembuskan.
Pihak ini, lanjut Asvi, khawatir jika borok mereka pada masa lalu akan terkuak ke publik. "Lebih pada upaya defensif, mempertahankan diri, menyelamatkan diri supaya kejahatan masa lalu tidak terungkap," ujar Asvi.
![]()
FOTO: Sejarahwan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Asvi Warman Adam
Atas itu, Asvi mengingatkan, idealnya negara mengabaikan soal publik yang kini mendalami lebih bijak sejarah masa lalu negaranya. Apa yang dulu keruh kini telah menjadi jernih berkat keterbukaan dan pemaksaan.
"Kebangkitan PKI itu sesuatu yang absurd. Penyebaran komunis adalah sesuatu yang tidak menarik lagi bagi orang Indonesia, bahkan di dunia. Karena itu, ketakutan terhadap komunisme seharusnya tidak dipelihara terus," ujar Asvi.
Lalu apa kata Jokowi soal ini? Yang pasti, dalam pernyataannya Jokowi tak mengambil pusing soal rencana TNI kembali mempopulerkan film G 30 S-PKI ke publik.
Ia hanya berharapa jika film itu diperbaharui, sehingga dapat lebih diterima generasi berikutnya. "Akan lebih baik kalau ada versi yang paling baru. Agar lebih kekinian, bisa masuk ke generasi milenial," kata Jokowi.
Ya, film tetap film. Soal mempercayai atau tidak, publik harus cerdas. Seperti kata seorang pengguna sosial. "Anggap saja lg nonton film Rambo. Soal kenyataan bhw Amerika kalah perang Vietnam itu soal lain. Namanya jg film," tulis akun bernama Firman Baso. (ren)
