Menjaga Peneliti Muda Indonesia
- VoxPop.co.id/Mitra Angelia
"Kami bentuk pengawalan tiap jenjang, agar mereka terus melakukan kegiatan saintifik, sudah ada wadah yang menampung," tuturnya.
Pengawalan juga termasuk mengirimkan pemenang nasional LKIR dan NYIA dalam ajang kompetisi ilmiah remaja tingkat regional dan internasional. Hal ini rutin dilakukan tiap tahun oleh LIPI. Sudah tercatat beberapa kali karya ilmiah siswa siswi Indonesia memenangi lomba tingkat internasional.
Kepala Biro Kerja Sama, Hukum dan Humas LIPI, Nur Tri Aries Suestiningtyas mengatakan, institusinya mengawal karya siswa siswi dengan beragam cara. Pertama, mendukung perlindungan karya siswa dalam bentuk paten, mementori siswa dan memberi akses luas ke laboratorium LIPI dan jaringannya. LIPI juga mempromosikan siswa jebolan LKIR dan NYIA kepada pimpinan daerah dan membantu mencarikan beasiswa dalam dan luar negeri.
Nur mengakui, ekosistem di Indonesia masih kurang apresiasi dengan karya siswa-siswi Indonesia. Bila dibandingkan dengan luar negeri, sambutan atas karya peneliti muda tergolong tinggi.
"Di luar negeri, misalnya di Taiwan, mereka mengawal dengan kerja sama industri. Harusnya industri kita di sini bisa menangkap (karya siswa) tapi nyatanya di sini belum bisa," ujarnya.
Baca: Siswi Yogya Bikin Pembersih Toilet dengan Pelepah Pisang
Minimnya apresiasi dan penghargaan dari dalam negeri terhadap peneliti muda menjadi catatan Nur. Sebab, sekecil apa pun apresiasi dari berbagai pihak, akan mendorong dan menumbuhkan semangat siswa siswi Indonesia untuk makin giat meneliti.
Nur membandingkan dengan sambutan di luar negeri atas karya siswa mereka begitu luar biasa. Bahkan untuk sekadar memberi hadiah kompetisi saja, di luar negeri saling berebutan.
Soal pemberian paten bagi karya siswa-siswi, Handoko mengatakan, fokus LIPI bukan ke arah itu. Dia menjelaskan, fokus karya ilmiah pada siswa siswi dalam rangka mengasah kemampuan ilmiah dan kreativitas mereka. LIPI tak ingin 'mengganggu' kehausan kreativitas mereka dengan lisensi dan paten. Namun demikian, saat karya tersebut punya peluang untuk dipatenkan, maka LIPI akan mendukungnya.
"Kalau penelitian apa pun, baik penelitian anak dan remaja itu tidak selalu harus jadi produk. Tapi kalau ada potensi paten ya kita bantu mematenkannya," katanya.
