Menjaga Peneliti Muda Indonesia

Siswi SMA Kesatuan Bangsa menunjukkan pembersih toilet duduk dari pelepah pisang
Sumber :
  • VoxPop.co.id/Mitra Angelia

Handoko menegaskan, paten bukan merupakan tujuan utama bagi peneliti cilik dan muda Indonesia. Pada usia perkembangan tersebut, mereka sebaiknya diberikan ruang yang seluas-luasnya untuk mengasah kemampuan ilmiah dan riset mereka.

img_title Akademisi Bikin Motor Listrik Lokal, Begini Penampakannya

"Untuk penelitian anak-anak, yang penting itu dia bisa berpikir kreatif dan sensitif melihat problem lingkungan dan bagaimana mencari alternatif solusi. Tak perlu diberi beban, biar dia mengejar sains dengan happy, itu yang lebih penting bagaimana pengalaman kreasi mereka bisa disampaikan," kata dia. 

Nur mengatakan, untuk memberikan paten bagi karya siswa Indonesia memang bukanlah hal yang mudah. Sebab sebuah paten begitu kompleks, yakni perlu purwarupa, kendali kualitas (quality control) karya yang teruji dan sejumlah syarat lainnya. 

img_title Indahnya Spesies Baru Anggrek Berkepala Naga, Asli dari Papua

Baca: Helm Pintar Ojek Online Buatan Siswa SMA Demak

Untuk itu, menurutnya, LIPI mendorong perlindungan karya para siswa Indonesia dengan mendaftarkan hak cipta karya mereka. Nur mengatakan, hampir semua peserta kompetisi ilmiah didaftarkan hak ciptanya. 

img_title Selamat! Siswa Indonesia Juara dan Borong Medali Internasional

Senada dengan Handoko, Nur mengatakan, LIPI lebih memprioritaskan agar anak bisa mengerti proses riset, berpikir inovatif dan membentuk pola pikir ilmiah dalam mencapai penelitian. 

"Paten perlu perjuangan. Paten memang belum banyak ada beberapa di bawah 10 karya," ujarnya. 

Bicara karya siswa Indonesia yang sampai menembus paten yakni inovasi helm berpendingin karya Linus Nara Pradhana. Nara menemukan inovasi itu saat dia duduk kelas VI SD pada 2011. Karya tersebut kemudian diikutkan dalam kompetisi ilmiah LIPI.

Helm inovasi Nara ini memiliki daya serap sekitar 21 persen. Pendinginnya tak perlu diganti, asal menggunakan air yang bagus. Selain itu, Nara menggunakan gel jenis sodium polyacrylate. Gel ini mempunyai daya resap air cukup tinggi. Sehingga mampu meminimalisir panas karena terik matahari.

Setahun kemudian Nara meraih emas pada ajang Internasional Exhibition for Young Inventors yang berlangsung di Bangkok, Thailand, Juni 2012. Saat meraih emas, Nara duduk di kelas 1 SMP Kristen Petra 5 Surabaya. 

Kemudian helm berpendingin karya Nara ini sudah dilisensikan oleh pabrik helm. Pada 2012, Sebuah perusahaan helm di Surabaya menyatakan ketertarikannya untuk membeli lisensi karya Nara dan memproduksinya secara massal dengan merk 'Naravation'. Helm Nara itu mengantongi paten dengan nomor S00E01100236.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut