Asa Negeri Antariksa

Ilustrasi negara Asgardia di antariksa
Sumber :
  • Asgardia/James Vaughan

Jadi Asgardia menegaskan, mereka bukan ingin membuat menjajah planet, bukan ingin mengambil teritorial planet, yang jelas akan melanggar hukum luar angkasa internasional. 

img_title Rumah Pengganti Bumi

Wahana ini akan berlabuh di Stasiun Antariksa Internasional pada Selasa pagi, 14 November 2017 waktu setempat. Di stasiun tersebut, satelit Asgardia-1 akan sabar menunggu untuk roket Orbital ATK yang akan menyelesaikan misinya mengirim pasokan ke stasiun antariksa tersebut. 

Dijadwalkan, sebulan berikutnya, wahana Cygnus akan melepaskan diri dan melepaskan diri dari stasiun antariksa dan akan mendaki ke titik yang lebih tinggi untuk menempatkan satelit Asgardia-1 di orbit. 

img_title Cari Kehidupan di Luar Bumi

Setelah berada di titik yang direncanakan, Satelit Asgardia-1 akan diaktifkan, sekaligus menandai awal dari era baru kewarganegaraan luar Bumi. 

Satelit Asgardia-1

img_title Indonesia Populasi Keempat Terbesar Asgardia
Satelit Asgardia-1

Belum diakui

Bicara keseriusan Asgardia untuk mewujudkan ambisi menjadi negara di antariksa, sudah beragam langkah disiapkan. Pengelola Asgardia sudah melahirkan beberapa kebutuhan untuk pendirian negara. Warga negara sudah dibuka dan sudah ada 113.459 penduduk dunia mendaftarkan diri menjadi warga negara Asgardia atau disebut Asgardian. Asgardia sudah memiliki bendera, emblem, pemerintahan, konstitusi sampai lagu kebangsaan. 

Bisa dilihat, untuk pemerintahan yang mengelola negara, Asgardia telah membentuk lembaga pengelola negara Asgardian sudah yakni Kementerian Luar Negeri, Kementerian Keuangan, Kementerian Ilmu Pengetahuan, Kementerian Informasi dan Komunikasi, Kementerian Kehakiman, Kementerian Kewarganegaraan, Kementerian Perdagangan, Kementerian Pendidikan dan Pemuda, Kementerian Keamanan dan Keselamatan, Kementerian Sumber Daya Daya dan Kementerian Sekretariat Negara. 

Kemudian yang terbaru, sejak September 2017, Asgardia sedang menyiapkan pemilu parlemen.

Asgardia juga digawangi sejumlah pakar dari lintas bidang yang ingin memuluskan langkah negara pertama di antariksa. 

Selain sang kepala negara, Ashurbeyli yang juga komite antariksa UNESCO, ada juga David Alexander (Direktur Space Institute Rice University, AS), Ram Jakhu (Direktur Institute of Air dan Space Law McGill University, Kanada), Joseph N. Pelton  (Direktur Space and Advanced Communications Research Institute (SACRI), George Washington University, AS) sampai Dumitru-Dorin Prunariu (Kosmonot Rusia).

Setidaknya jika merujuk pada hukum internasional, langkah Asgardia sudah pada jalur untuk mendirikan sebuah negara. Sesuatu aturan internasional. kriteria khusus untuk diakui sebuah negara yakini punya wilayah, populasi dan diakui bangsa oleh bangsa lain. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut