Memanfaatkan Sampah Makanan
- VoxPop/Ayu Utami
Pasokan sampah makanan juga tidak main-main. Pada 2016 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pernah merilis total jumlah sampah di Indonesia mencapai 200 ribu ton per hari atau setara dengan 73 juta ton per tahun. Paling dominan sampah di Indonesia berasal dari sampah rumah tangga yang terdiri dari sisa makanan.
Sementara dari sisi sumbernya, yang paling dominan sampah rumah tangga sebanyak 48 persen, pasar tradisional 24 persen, dan kawasan komersial sebesar 9 persen. Sisanya dari fasilitas publik, sekolah, kantor, jalan, dan sebagainya.
Mubazir yang berkedok standar kualitas
Sulit dipercaya memang bahwa jutaan ton sampah makanan yang massif dan menggunung itu datangnya dari pola konsumsi dan aktivitas sehari-hari. Widhyanto Muttaqien, aktivis CREATA (Center for Research on Environment, Appropriate Technology, and Advocacy) mengungkapkan bahwa sampah makanan tersebut berasal dari pola konsumsi yang tidak hemat.
"Pola konsumsi masih menjadi masalah di perkotaan. Contohnya membuat masakan berlebihan sehingga terbuang setiap hari di masing-masing rumah tangga," ujarnya kepada VoxPop.
Belum lagi ada semacam kebiasaan dalam kebudayaan kita yang menyajikan beragam jenis makanan dalam satu meja, terlebih ketika menyelenggarakan acara keluarga, sistem prasmanan yang memungkinkan setiap orang mengambil porsi lebih dari yang mampu mereka konsumsi, sehingga sisanya terbuang.
Alasan lain membuang makanan secara besar-besaran terjadi di sektor komersil. Restoran, super market, hingga warung pinggir jalan mubazir membuang makanan yang berkedok standar kualitas, dan ekspektasi konsumen.
Di salah satu rumah makan cepat saji misalnya, ada sebuah standar kualitas yang ditetapkan justru membuat miris.
Rani salah satu pegawai di restoran cepat saji yang buka 24 jam ini mengungkapkan dalam satu hari, sampah makanan yang dibuang mencapai puluhan trash bag.
"Sampah yang di dapur dan di depan beda. Di lobby ada dua tempat sampah, terus di kitchen juga ada di setiap station, misalnya di station burger, kentang, ayam, nasi," ujarnya kepada VoxPop.
Ia mengungkapkan bahwa makanan lain yang tidak sesuai standar kualitas harus segera dibuang.
"Kalau seandainya gagal saat proses masak ya harus dibuang. Gagal misalnya enggak sengaja jatuh, atau misalnya ayam goreng yang di display lebih dari 45 menit tapi tak terjual itu harus di waste. Kentang goreng 7 menit tak laku itu harus dibuang. Dibuangnya pakai alat penghancur khusus. Begitu juga nasi, sekali masak 10 liter dengan mesin khusus. Kalau gagal ya dibuang. Semua sesuai prosedur," ujarnya.
