Memanfaatkan Sampah Makanan
- VoxPop/Ayu Utami
![]()
CEO FOI Hendro Utomo mengatakan bahwa FOI adalah lembaga non profit yang memberi bantuan berupa makanan bergizi dari 'makanan lebih' yang diberikan para donatur.
"Penerima dari 'makanan lebih' ini disebut dengan 'Nasabah'," ujarnya saat ditemui VoxPop di kantor FOI di kawasan Kebayoran Baru Jakarta Selatan.
Selama hampir tiga tahun, FOI mendistribusikan makanan lebih dari donatur kepada yang membutuhkan.
"Donaturnya dari mana saja dan siapa saja, karena siapapun dapat menjadi donatur dan relawan, jika bicara pesonal rata-rata donatur personal kami enggan untuk diucapkan namanya. Namun dari perusahaan ada danone, breadlife, paper tech, sunpride dan lain-lain," ungkapnya.
Makanan lebih yang masuk akan di sortir oleh staf apakah layak untuk dikonsumsi atau tidak. Untuk food testing beberapa relawan ada yang berasal dari ITB dan para dokter juga ikut membantu dalam proses pengaturan gizi.
Setelahnya, makanan ini dapat bertahan lebih dari satu hari dan dalam kondisi baik maka makanan tersebut dapat kami olah, cara pengolahannya adalah setiap makanan yang sudah disortir akan di bekukan di dalam chiler besar hingga membeku, lalu di pagi hari baru dimasak (dipanaskan) kembali kemudian di packing dan siap untuk dibagikan.
"Yang membagikan adalah relawan FOI yang kini berjumlah 200 orang terdiri dari mahasiswa dan masyarakat umum yang tersebar di DKI. Untuk pendistribusiannya dilakukan dengan mobil dan bergilir setiap harinya ke paud, kesekolah-sekolah hingga rumah-rumah yang tidak mampu,"
Dalam sebulan Hendro mengaku bantuan yang masuk cukup banyak mulai dari buah-buahan, susu, roti dan lainnya.
"Saat ini sudah ada sekitar 9.200 anak yang dibantu gizinya, dan 50 orang lansia, dan beberapa ibu menyusui. FOI ini juga membantu para penderita aids dalam asupan gizi mereka," ujarnya.
Makanan lebih dari acara hajatan
Selain dari coroprate, FOI baru-baru ini mengusung program ‘a blessing to share’ bersama Bridestory salah satu online wedding marketplace terkemuka.
Program yang bertujuan untuk mengurangi tingkat kelaparan ini, mengajak calon pengantin untuk menyumbangkan makanan surplus dari pesta pernikahan mereka kepada masyarakat pra-sejahtera yang membutuhkan.
