Memanfaatkan Sampah Makanan

Foodbank of Indonesia
Sumber :
  • VoxPop/Ayu Utami

Pentingnya menjadi pintar dalam hal makan

img_title Begini Hasilnya kalau 10 Tahun cuma Kumpulkan Sampah

Tak hanya pintar soal menentukan rasa dan kualitas makanan, tapi akan kah lebih bijak jika setiap orang bisa berpikir jauh ketika akan memilih dan mengonsumsi makanan dalam piring mereka. 

Menyisakan dan membuang makanan adalah ironi. Apalagi jika mengingat angka kemiskinan dan gizi buruk di Indonesia masih tinggi. Pada 2015, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat masih ada 28 juta warga Indonesia yang hidup dalam kemiskinan. Angka gizi buruk pun masih 19,4 juta jiwa pada 2014 hingga 2016.

img_title Implementasi ESG, WIKA Ajak Gen Z Bersihkan dan Kelola Sampah Jadi Bernilai Ekonomis

Seandainya seorang penduduk Indonesia menyisakan sebutir nasi saja dalam satu kali makan, maka sudah ada 249 juta butir nasi yang terbuang sia-sia. Jika satu gram beras berisi 50 butir, maka ada 498 ribu kg beras yang dibuang tiap hari.

Fenomena itu tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi juga di dunia. Friends Of Earth (FOE) pada Januari 2016 merilis dalam satu tahun produksi sampah makanan di dunia mencapai 1,3 miliar ton. 

img_title Penanganan Food Waste Dinilai Penting untuk Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Dampak terburuk dari sampah makanan itu selain kerusakan lingkungan, meningkatnya gas metana, pemborosan, ancaman krisis pangan, hingga vektor penyakit yang mengantar virus, lalat dan tikus.

Besarnya masalah sampah ini menggelitik banyak pihak. Gerakan-gerakan kepedulian yang besar mulai bermunculan. Misalnya gerakkan di beberapa negara seperti India, Jerman, Spanyol dan Perancis yang mengusung gerakan 'Publik Fridge' atau kulkas publik. 

Sebuah kulkas diletakkan di pinggir jalan yang bisa digunakan siapa saja. Artinya setiap orang berhak untuk mengambil dan menyetorkan makanan ke dalam kulkas tersebut secara gratis. 

Namun ada aturannya, ada beberapa jenis makanan yang tidak boleh diletakkan di sana seperti misalnya daging mentah atau makan dengan penutup yang tidak rapat, juga makan kedaluwarsa. Semua makanan yang diletakkan di dalamnya adalah makanan berlebih dari rumahtangga atau toko.

Selain public fridge, gerakkan lain yang mulai terdengar gaungnya adalah zero waste untuk restoran dan food cycle atau food bank untuk gerakkan berbagi makanan bagi para tunawisma.

Di Indonesia sendiri, gerakan food cycle dipelopori oleh Foodbank of Indonesia (FOI). Food cycle adalah orang-orang yang mencari donatur atau orang yang ingin menyumbangkan makanan lebih mereka.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut