Episode Mundur Setya Novanto
- Anadolu Ajansi/Eko Siswono Toyudho
"Idealnya Munaslub dulu, baru bahas Ketua DPR lewat pleno. Kalau sekarang jadi dilantik, diganti. Tapi, munaslub jadi, terus pihak sana memang, ya bisa saja diganti lagi kan," kata Fadel saat dihubungi VoxPop, Senin, 11 Desember 2017.
![]()
Foto: Suasana Munaslub Golkar pada Mei 2016 di Bali.
Pengamat politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio menilai Golkar harus menjaga citranya sebagai partai besar. Ia melihat bila terburu-buru mengganti Novanto dari posisi Ketua DPR tanpa menunggu kepastian adanya Munaslub maka bisa menjadi blunder Partai Beringin.
"Mundurnya Novanto ini episode baru, tapi episode berulang Novanto seperti album remake. Tapi, juga harus disikapi dengan politik bijak demi kebaikan partai," tutur Hendri kepada VoxPop, Senin, 11 Desember 2017.
Proses tahapan yang pas adalah dengan mendulukan Munaslub meski tanpa mengesampingkan hasil dari praperadilan yang diajukan Setya Novanto. Dengan pemilihan Ketua DPR pasca Munaslub juga untuk mencegah kemungkinan terjadinya polemik lanjutan internal Golkar.
"Kalau di atas kertas, kemungkinan besar ya Munaslub. Tapi, ini juga harus sesuai mekanisme tahapannya. Bagusnya memang Munaslub dulu, ketahuan siapa ketum baru, lalu pilih Ketua DPR," ujar Hendri.
Baca: Istana: Presiden Jokowi Tak Ikut Campur Pergantian Ketua DPR
Kepastian Munaslub juga tergantung proses hukum yang dilalui Setya Novanto termasuk tahapan praperadilan atas penetapan tersangka di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Bila praperadilan gugur atau Novanto kalah, maka dipastikan Munaslub tak bisa dihindarkan.
Menyesuaikan agenda tahapan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2018, maka baiknya Munaslub digelar paling lama akhir Desember 2017. Waktu yang mepet ini dianggap masuk akal karena mengingat desakan pengurus dewan pengurus daerah (DPD) I juga sudah makin menguat.
"Baiknya Munaslub secepatnya digelar. Bulan Desember ini lebih cepat, lebih baik karena untuk penyelematan Golkar," kata Ketua DPD Golkar Jabar, Dedi Mulyadi.
Aziz vs Airlangga
Munaslub dinilai sebagai salah satu untuk menyelamatkan Golkar demi kepentingan partai ke depan. Sejauh ini, sudah ada beberapa nama yang digadang-gadang maju bersaing merebut kursi Ketum Golkar.
Ketua Bidang Pertahanan dan Keamanan DPP Golkar Indra Bambang Utoyo mengatakan ada empat kader Golkar yang berpotensi kuat bersaing bila Munaslub digelar.
