Episode Mundur Setya Novanto
- Anadolu Ajansi/Eko Siswono Toyudho
Empat nama itu adalah Pelaksana Tugas Ketum Golkar Idrus Marham, Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Sumatera III Aziz Syamsudin, Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dan Wakil Ketua Dewan Pakar Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto. Dari empat kandidat itu, Indra melihat persaingan kuat akan terjadi antara Aziz Syamsudin dengan Airlangga Hartarto.
"Kemungkinan dua nama ini akan head to head di Munaslub. Idrus ke kelompok Aziz Syamsudin. Nah, kalau mbak Titiek belum tahu," kata Indra, Senin, 11 Desember 2017.
Baik Aziz dan Airlangga juga pernah bersaing di Munaslub Golkar pada Mei 2016 lalu. Saat itu, keduanya kalah bersaing dengan Setya Novanto dan Ade Komarudin.
Meski demikian, nama Aziz masuk tiga besar. Aziz mengalahkan beberapa nama kader senior seperti Indra Bambang Utoyo, Priyo Budi Santoso, Syahrul Yasin Limpo, dan termasuk Airlangga Hartarto.
![]()
Foto: Para foto caketum Golkar saat Munaslub 2016 di Bali.
Terkait peluang maju caketum, Aziz mengatakan, setiap kader memiliki kesempatan yang sama untuk maju menjadi caketum Partai Beringin.
"Semua kan punya, tiap kader Golkar punya kesempatan yang sama untuk maju sebagai kader partai punya hak yang sama," kata Aziz di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa, 5 Desember 2017.
Menurut Aziz, kader seperti Ketua Bidang Perekonomian Golkar Airlangga Hartarto punya peluang untuk maju. "Tak apa-apa toh (Airlangga maju). Pak Airlangga teman saya juga," ujar Aziz.
Baca: Soal Maju Caketum, Aziz Syamsudin: Saya Tergantung Partai
Sementara, Idrus Marham mengatakan, setiap kader yang sesuai persyaratan memiliki hak untuk maju sebagai caketum Golkar. Dia menyebut nama-nama seperti Aziz Syamsuddin, Zainuddin Amali, dan lain sebagainya punya hak yang sama.
"Jadi ini semua punya hak yang sama untuk itu. Jadi kalau misalkan ada ya dinamika-dinamika begitu lah," kata Idrus di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa 5 Desember 2017.
Idrus mengatakan, saat ini dia hanya bertugas menjaga koridor di Partai Golkar. Ia mengingatkan, seluruh sistem yang ada harus dilalui secara bersama oleh seluruh kader.
"Bagaimana putusan-putusan yang ada kita konsisten. Aturan-aturan yang ada menjadi dasar kita. Jadi itu aja tugas saya," ujar Idrus. (ren)
