Keutamaan Membaca dan Khatam Al-Qur’an di Bulan Ramadhan, Amalan Mendekati Malam Lailatul Qadar
- U-Report
Semangat mengkhatamkan Al-Qur’an di bulan Ramadhan juga ditunjukkan oleh para sahabat dan ulama salaf. Dalam berbagai riwayat disebutkan bahwa mereka meningkatkan intensitas bacaan Al-Qur’an secara signifikan ketika Ramadhan tiba.
Qatadah, misalnya, biasa mengkhatamkan Al-Qur’an sekali dalam tujuh hari pada bulan biasa. Namun ketika Ramadhan datang, ia mengkhatamkannya setiap tiga hari. Bahkan pada sepuluh malam terakhir, ia mengkhatamkannya setiap malam.
Imam Syafi’i diriwayatkan mengkhatamkan Al-Qur’an hingga enam puluh kali selama Ramadhan. Sementara Imam Malik menghentikan majelis pengajarannya untuk fokus membaca Al-Qur’an. Sufyan ats-Tsauri juga lebih mengutamakan tilawah Al-Qur’an dibanding ibadah sunnah lainnya pada bulan ini.
Kisah-kisah tersebut menunjukkan betapa khatam Al-Qur’an di bulan Ramadhan bukan sekadar target kuantitas, melainkan ekspresi kecintaan dan penghormatan terhadap bulan turunnya wahyu.
Keutamaan Khatam Al-Qur’an di Bulan Ramadhan
Menghatamkan Al-Qur’an di bulan Ramadhan memiliki sejumlah keutamaan. Pertama, mengikuti sunnah Rasulullah yang secara khusus memperbanyak tadarus di bulan ini. Kedua, memanfaatkan momentum pahala yang dilipatgandakan. Ketiga, memperkuat hubungan spiritual dengan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.
Khatam Al-Qur’an juga menjadi sarana muhasabah. Dengan membaca dari awal hingga akhir, seorang Muslim diajak menyelami pesan-pesan ilahi secara utuh, memperbaiki diri, dan memperdalam keimanan.
Ramadhan adalah kesempatan emas yang datang setahun sekali. Karena itu, menjadikan khatam Al-Qur’an sebagai target ibadah merupakan langkah konkret untuk memaksimalkan bulan suci ini. Semoga dengan memperbanyak tilawah dan mengkhatamkan Al-Qur’an, Ramadhan yang dijalani menjadi lebih bermakna dan penuh keberkahan. Amin Ya Rabbal'alamin.
