Calon Belum Siap Mental dan Finansial, Haruskah Lamaran Ditolak? Ini Penjelasan Buya Yahya

Ulama Yahya Zainul Ma'arif alias Buya Yahya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat
Sumber :
  • Yeni Lestari/VoxPop

Jakarta, VoxPop – Memilih pasangan hidup sering kali tidak semudah yang dibayangkan. Banyak orang merasa bimbang ketika dihadapkan pada calon yang dianggap belum siap secara mental maupun finansial. Pertanyaannya, apakah kondisi tersebut menjadi alasan kuat untuk menolak lamaran?

img_title Tak Ada Keberkahan dalam Tipu Daya, Buya Yahya Ingatkan Bahaya Besar Mencari Rezeki Hasil Menipu

Dalam penjelasannya, Buya Yahya mengingatkan bahwa kebimbangan dalam memilih pasangan justru sering muncul karena seseorang belum benar-benar memahami kebutuhan dirinya sendiri. Ia menekankan pentingnya kembali pada prinsip dasar yang diajarkan dalam Islam.

Menurut Buya Yahya, langkah pertama yang harus dilakukan adalah melihat diri sendiri terlebih dahulu. Apakah sudah benar-benar memiliki keinginan untuk menikah atau belum.

img_title Waktu Subuh Sebentar Lagi Tiba, Masih Bolehkah Melakukan Shalat Tahajud? Begini Anjuran Buya Yahya

“Dalam memilih pasangan tentu kalau orang caranya seperti yang Anda lakukan, pasti akan menemukan kebimbangan. Yang diajarkan baginda Nabi adalah pertama fokus kepada diri Anda. Anda sudah punya hajat untuk menikah atau belum,” kata Buya Yahya yang dikutip dari kanal YouTube-nya pada Selasa, 31 Maret 2026. 

Jika seseorang belum memiliki kesiapan atau keinginan yang kuat untuk menikah, maka tidak perlu memaksakan diri. Sebab, pernikahan bukan sekadar hubungan, melainkan tanggung jawab besar yang harus dijalani.

img_title Buya Yahya Ungkap 3 Cara Allah Menjawab Doamu, Ternyata Tak Selalu Sesuai yang Diminta

Setelah memahami diri sendiri, barulah seseorang menilai calon pasangan. Dalam hal ini, Buya Yahya menegaskan bahwa agama tetap menjadi faktor utama, sebagaimana ajaran Nabi.

“Perempuan dinikahi karena empat hal… kemudian yang keempat adalah agama. Tapi Nabi membalik… jadi kalau sudah Anda lihat agamanya baik atau tidak,” katanya lagi. 

Ia juga menjelaskan bahwa faktor ekonomi bukanlah hal utama yang harus dijadikan patokan dalam memilih pasangan.

“Pertimbangan masalah ekonomi itu tidak boleh jadikan pertimbangan paling penting. Pertimbangan bolehlah pertimbangan yang kedua, ketiga, keempat. Karena pertimbangan pertama adalah agamanya,” jelas Buya. 

Banyak orang ragu melangkah karena khawatir dengan kondisi ekonomi calon pasangan. Namun, Buya Yahya menilai bahwa rezeki adalah sesuatu yang sudah diatur oleh Allah dan bisa diupayakan bersama setelah menikah.

“Kalau masalah finansial nanti boleh bangkit bersama-sama, cari bersama-sama, jenkah bersama-sama,” jelasnya lagi. 

Ia bahkan menegaskan bahwa setiap orang tetap akan mendapatkan rezekinya, baik dalam kondisi menikah maupun tidak.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut