Tak Main-main, Ini Tanggung Jawab Human Capital Management
- U-Report
VoxPop – Sumber daya manusia merupakan salah satu unsur paling penting dalam aktivitas operasional suatu perusahaan. Tanpa adanya manusia, banyak kegiatan perusahaan yang akan terhambat. Maka dari itu perlu adanya Human capital (HC) dalam pengelolaan SDA demi menjaga stabilitas dan kesuksesan perusahaan.
Secara garis besar, Human capital (HC) dan Human Resources (HR) memiliki peran yang sama dalam perusahaan, yakni mengelola sumber daya manusia. Meski keduanya memiliki tanggung jawab yang hampir sama, namun terdapat perbedaan. Dalam Human Capital, karyawan bukan hanya sekadar bagian aset penting perusahaan dalam jangka pendek, namun lebih dari itu. Pada Human Capital, karyawan dianggap sebagai aset investasi bagi masa depan perusahaan.
Secara lebih detail, Cambridge Dictionary menjelaskan bahwa HR memandang sumber daya manusia sebagai aset berguna bagi perusahaan maupun organisasi. Di sisi lain, Human Capital memandang sumber daya manusia sebagai suatu modal yang dapat diinvestasikan oleh perusahaan demi mencapai keuntungan. Mengingat HC melihat karyawan sebagai “ modal investasi”, maka segala anggaran perusahaan seperti membayar gaji karyawan dan memberikan fasilitas optimal diharapkan mendatangkan pengembalian dan keuntungan atau return of investment (ROI).
Layaknya investasi pada umumnya, untuk mengoptimalkan modal yang dimiliki dan mendapatkan return maka perlu adanya program dan strategi. Dalam hal ini, HC perlu membuat program dan strategi untuk terus dapat menambah nilai yang dimiliki oleh karyawannya. Di sinilah pentingnya pengelolaan Human Capital atau kerap disebut Human Capital Management.
Mengenal Lebih Dekat Human Capital Management
Secara garis besar, Human Capital Management merupakan serangkaian langkah pengelolaan SDM nan komprehensif, mulai dari merekrut, mengembangkan, hingga mengoptimalkan kinerja karyawan. Namun tak sekadar itu saja, HCM turut memandang karyawan sebagai pendukung penting nilai bisnis dan investasi perusahaan, bukan sekadar sumber daya. Sebagai investasi, nilai ekonomis karyawan pun diukur dari tingginya pengetahuan dan keahlian yang dimiliki. Makin tinggi value karyawan, tentunya akan makin menguntungkan bisnis perusahaan.
Oleh karena itu dalam HCM, perusahaan akan berusaha membuat karyawan memiliki value yang tinggi salah satunya melalui berbagai program pelatihan dan pengembangan karier. Tujuannya, agar “modal” yang ditanam dalam “investasi” menghasilkan lebih banyak keuntungan.
