Pemanfaatan Fasilitas Kepabeanan Bikin Ekspor dan Penyerapan Tenaga Kerja Terus Meningkat
- Bea Cukai
VoxPop – Bea Cukai terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui perannya sebagai trade facilitator dan industrial assistance. Hal ini dibuktikan dengan pemberian berbagai fasilitas kepabeanan, seperti tempat penimbunan berikat (TPB) dan kemudahan impor tujuan ekspor (KITE), yang telah memberikan dampak positif yang signifikan bagi perusahaan dan perekonomian secara keseluruhan.
Kasubdit Hubungan Masyarakat dan Penyuluhan, Encep Dudi Ginanjar, mengungkapkan bahwa pemberian fasilitas kepabeanan ditujukan untuk mendorong aktivitas bisnis pada sektor industri dalam negeri.
“Melalui pemberian fasilitas kepabeanan, para pelaku usaha di dalam negeri dapat mengatur cashflow perusahaan sehingga dapat digunakan untuk pengembangan dan peningkatan kinerja,” ujarnya.
Selain itu, Bea Cukai juga terus berupaya meningkatkan penggunaan fasilitas kepabeanan dengan mendorong para pelaku usaha dalam negeri yang berorientasi ekspor untuk memanfaatkan fasilitas kepabeanan.
Dalam setiap pemberian fasilitas kepabeanan, Bea Cukai juga melakukan monitoring dan evaluasi (monev) atas dampak ekonomi dari fasilitas tersebut. Monev yang dilakukan salah satunya dengan kegiatan evaluasi makro yang secara rutin dilakukan Bea Cukai. Awalnya kami hanya mengukur dampak fasilitas KB dan KITE pada sektor manufaktur. Baru di tahun 2021 hingga 2023, Bea Cukai memperluas pengukuran pada sektor logistik dengan mengukur dampak fasilitas gudang berikat dan pusat logistik berikat,” tambah Encep.
Untuk meningkatkan kredibilitas pengukuran, Bea Cukai juga menggandeng akademisi dari Pusat Kajian Manajemen Logistik dan Rantai Pasokan (MLRP) Universitas Gadjah Mada. Tujuannya adalah untuk meningkatkan objektivitas, kredibilitas, transparansi, akuntabilitas, serta independensi dari hasil pengukuran yang dilakukan.
Pengukuran dampak ekonomi TPB dan KITE tahun 2023 dilakukan terhadap kinerja perusahaan penerima fasilitas kepabeanan di tahun 2022. Survei terhadap 1.434 perusahaan KB dan 399 perusahaan KITE & KITE IKM menunjukkan hasil yang cukup positif di tahun 2022. Sebanyak 53,14% perusahaan KB dan 53,38% perusahaan KITE melaporkan kondisi yang stabil. Selain itu, 33,75% perusahaan KB dan 35,84% perusahaan KITE melaporkan kondisi yang lebih baik dibandingkan tahun 2021.
Pada tahun 2022, fasilitas KB dan KITE berhasil menyerap 2.109.685 tenaga kerja, yang merupakan 1,91% dari total tenaga kerja nasional atau 11% dari tenaga kerja di industri manufaktur nasional. Selain itu, nilai ekspor dari perusahaan KB dan KITE mencapai Rp1.904,62 triliun, meningkat 4,57% dibandingkan tahun sebelumnya.
