Menunggu Ketegasan UEFA dan FIFA Bekukan Timnas Israel dari Sepakbola Internasional, Coret dari Piala Dunia!

Pemain Timnas Israel
Sumber :
  • AP Photo/Denes Erdos

Jakarta, VoxPop – Isu besar tengah mengguncang dunia sepak bola internasional. Delapan panel pakar PBB mendesak Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) dan Uni Sepak Bola Eropa (UEFA) untuk membekukan Israel dari seluruh kompetisi sepak bola global. Desakan ini muncul sebagai respons terhadap eskalasi kekerasan di Palestina yang dinilai telah memenuhi kategori genosida menurut hukum internasional..

img_title Gianni Infantino Silahkan Pilih Mundur atau Dilengserkan

Tekanan Baru dari PBB

Salah satu panelis, Francesca Albanese, yang menjabat sebagai Special Rapporteur HAM PBB untuk wilayah Palestina, menegaskan bahwa FIFA dan UEFA mesti bertindak tegas, seperti halnya ketika Rusia dan Belarus dikeluarkan dari turnamen internasional pasca invasi ke Ukraina pada 2022.

img_title Didukung Erick Thohir tapi Banyak Diprotes, Gianni Infantino Akhirnya Resmi Batalkan Rencana FIFA Jual Saham Piala Dunia

Desakan itu disampaikan awal pekan ini, dan dua hari kemudian UEFA langsung merespons dengan janji akan menggelar pemungutan suara pekan depan mengenai kemungkinan pelarangan Timnas Israel mengikuti kompetisi Eropa.

Israel Terpojok, Dukungan Eropa Menguat

img_title Erick Thohir Pasang Badan Dukung Rencana Baru FIFA, Singgung Ancaman Suspend 8 Tahun Indonesia Pasca Tragedi Kanjuruhan

Meski secara geografis Israel berada di Asia, sejak 1994 negara itu bergabung dengan UEFA setelah dikeluarkan dari AFC pada 1974. Kini, ancaman pengucilan kembali muncul karena alasan yang sama: pendudukan Palestina.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan akan melawan upaya tersebut. Dukungan juga datang dari Amerika Serikat, dengan Presiden Donald Trump bersumpah mencegah isolasi Israel di sepak bola global. Namun, laporan Associated Press menyebut mayoritas anggota Komite Eksekutif UEFA cenderung mendukung pelarangan tim Israel, baik timnas maupun klub.’

Duel Timnas Israel vs Timnas Belgia

Photo :
  • AP Photo/Denes Erdos

Jika keputusan itu sah, Israel akan dicoret dari kualifikasi Piala Dunia 2026, Liga Europa, hingga berbagai kompetisi antarnegara maupun antarklub di bawah naungan UEFA dan FIFA.

Tekanan Suporter dan Sentimen Publik

Isu kemanusiaan Gaza sudah merambah ke stadion. Dari laga final Liga Champions di Muenchen hingga pertandingan Liga Europa di Yunani, spanduk “Stop Genocide in Gaza” terbentang lebar. Aksi ini menegaskan meningkatnya solidaritas publik Eropa terhadap Palestina.

Bahkan, pemerintah kota Amsterdam melarang tim-tim asal daerah pendudukan Israel bertanding di Belanda. Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez juga terang-terangan menyerukan agar Israel dilarang dari olahraga internasional untuk mencegah “pencucian citra” melalui sepak bola.

Dilema FIFA dan UEFA

Langkah UEFA pekan depan akan menjadi momen krusial. Jika UEFA resmi menjatuhkan “kartu merah” kepada Israel, FIFA hampir pasti akan menghadapi tekanan serupa. Mengabaikan hal ini akan memperlihatkan standar ganda, mengingat FIFA sebelumnya bersikap tegas terhadap Rusia dan Belarus.

Jika Israel benar-benar diisolasi, dampaknya bisa menjalar ke cabang olahraga lain, termasuk Olimpiade, menempatkan Israel dalam posisi serupa Rusia yang dilarang tampil resmi di banyak ajang internasional.

Keputusan UEFA dan FIFA tak lagi sekadar soal olahraga, melainkan persoalan moral dan politik global. Dunia menanti apakah sepak bola berani menjadi instrumen perubahan, atau justru tunduk pada tekanan geopolitik. Yang jelas, hasil rapat UEFA pekan depan bisa menjadi babak baru dalam sejarah hubungan antara olahraga, politik, dan kemanusiaan.

Menteri Keamanan Israel, Itamar ben Gvir

Pengadilan Larang Menteri Israel Ben-Gvir Pakai Buaya Jaga Lapas Tahanan Teroris

Menanggapi putusan tersebut, Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir mengklaim bahwa para hakim pengadilan distrik Yerusalem "memihak kepada teroris".

img_title
VoxPop.co.id
3 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut