MotoGP Malaysia Jadi Peringatan, Yamaha Ungkap Masih Kekurangan di Mesin V4!
- ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
“Kami bisa bilang bahwa sisi positifnya hanya ini, karena kami punya arah yang jelas untuk diikuti, setidaknya untuk tes berikutnya dan balapan berikutnya di Valencia. Tapi kami butuh bagian-bagian, kami butuh sesuatu yang lain. Karena kami sudah melakukan semua yang kami bisa dengan apa yang kami miliki, dengan bijak,” tambahnya.
Yamaha tidak menyerah. Setelah hasil buruk di Malaysia, pabrikan Jepang itu berencana membawa versi V4 yang telah diperbarui ke tes pascamusim di Valencia. Tes tersebut akan menjadi momen penting untuk menentukan apakah konsep mesin V4 akan diteruskan untuk musim 2026.
Pebalap MotoGP Valentino Rossi (kanan) dan Maverick Vinales berpose di depan motor YZR-M1 saat peluncuran Monster Energy Yamaha MotoGP Team di Jakarta, Senin, 4 Februari 2019.
- ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Mesin V4 Yamaha diharapkan menjadi awal era baru, tetapi hasil di Malaysia membuktikan bahwa transisi dari inline-four ke V4 bukan sekadar mengganti layout mesin. Seluruh karakter motor berubah dari sistem pendinginan, sasis, hingga keseimbangan handling.
Sementara pabrikan lain seperti Ducati dan KTM telah menguasai platform V4 selama bertahun-tahun, Yamaha baru memulainya pada 2025. Perbedaan pengalaman inilah yang membuat mereka tampak tertinggal, terutama dalam menghadapi sirkuit berkarakter cepat seperti Sepang.
Uji coba Yamaha di MotoGP Malaysia menjadi peringatan keras bagi proyek mesin V4 mereka. Hasil yang jauh dari kompetitif membuat tim harus melakukan evaluasi besar-besaran.
