Tanda-tanda Canelo Alvarez Pensiun Semakin Nyata
- AFP/AL BELLO
VoxPop – Masa depan salah satu petinju terbaik dunia, Saul "Canelo" Alvarez, kembali menjadi perbincangan. Bintang asal Meksiko itu memberi isyarat bahwa karier profesionalnya di atas ring sudah memasuki fase akhir.
Canelo dijadwalkan kembali naik ring pada 31 Oktober 2026 di Riyadh, Arab Saudi. Dalam duel tersebut, ia akan menantang juara dunia kelas menengah super WBC, Christian Mbilli, yang baru saja menyandang status juara penuh usai pensiunnya Terence Crawford.
Laga ini berpotensi menjadi salah satu pertarungan paling penting dalam perjalanan karier Canelo. Pasalnya, petinju berusia 36 tahun itu mulai membuka peluang untuk mengakhiri karier setelah pertarungan tersebut.
Dalam wawancaranya dengan CBS Mornings, Canelo mengungkapkan bahwa kondisi tubuh menjadi penentu utama kapan dirinya memutuskan gantung sarung tinju.
"Saat saya berada di sasana, menerima banyak pukulan, lalu tubuh saya tidak lagi merespons seperti biasanya, saat itulah saya tahu waktunya berhenti. Saya tidak akan bertarung jika latihan saya sudah tidak maksimal," ujar Canelo.
Menurutnya, semua tanda tersebut bisa dirasakan selama menjalani pemusatan latihan.
"Anda bisa melihat semuanya selama training camp. Anda bisa merasakan bagaimana tubuh merespons."
Meski begitu, Canelo menegaskan kondisinya saat ini masih cukup baik. Namun, ia mengakui tidak banyak lagi target yang tersisa untuk dikejar di dunia tinju.
"Saya masih merasa baik. Tetapi saya sudah tidak memiliki banyak hal lagi yang harus dicapai di dunia tinju. Saya punya banyak hal lain yang ingin saya lakukan di luar olahraga ini," katanya.
Tinggal Empat Pertarungan Lagi?
Spekulasi pensiun Canelo sebenarnya sudah muncul sejak tahun lalu. Apalagi ia sempat menjalani operasi siku pada Oktober 2025, yang menjadi operasi ketiganya dalam kurun tujuh tahun terakhir.
Meski demikian, Canelo memastikan cintanya terhadap tinju belum luntur.
Dalam wawancara bersama The Ariel Helwani Show, ia mengaku tetap bertarung bukan karena uang, melainkan karena kecintaannya terhadap olahraga yang telah membesarkan namanya.
"Tinju membuat saya merasa hidup. Saya lahir untuk ini. Saya sudah mencapai segalanya dan secara finansial saya juga sudah aman. Tapi saya masih mencintai tinju," ucapnya.
Canelo menambahkan setiap kali bertanding, ia selalu termotivasi untuk mencetak sejarah baru.
"Saya selalu memecahkan rekor ketika bertarung. Itulah motivasi saya. Saya tidak melakukannya karena uang, tetapi karena saya benar-benar menikmati tinju."
Meski belum memastikan kapan benar-benar pensiun, Canelo mengisyaratkan dirinya mungkin hanya akan menjalani beberapa pertarungan lagi.
"Mungkin empat pertarungan lagi. Saya akan tetap fokus sampai akhir. Setelah pensiun, saya tetap akan berolahraga dan berlatih tinju, tetapi saya juga ingin fokus penuh pada hal-hal lain di luar dunia tinju," ungkapnya.
Sepanjang karier profesionalnya, Canelo telah menjalani 68 pertarungan dan mengoleksi sejumlah gelar juara dunia di berbagai kelas. Dengan sederet prestasi tersebut, namanya sudah dianggap sebagai salah satu petinju terbaik sepanjang masa.
Kini, duel melawan Christian Mbilli bukan hanya menjadi kesempatan merebut kembali sabuk juara dunia WBC kelas menengah super, tetapi juga bisa menjadi awal dari penghujung karier gemilang sang legenda asal Meksiko.
