Manny Pacquiao vs Yordenis Ugas, Value Bisnis Turun tapi Tetap Keras
- Twitter Manny Paquiao
Now or Never, itu yang membuncah di dadanya. "Ya, sekarang atau tidak sama sekali," kata hatinya.
Tak ada pesan apa pun, Pacquiao turun sebagai no boddy. Tapi di atas ring, Pacman menjelma menjadi macan yang lapar. Ia mengaum sangat keras, mengejutkan 22 ribu penonton MGM Grand, 15 juta penonton yang melalui PPV (Pay Per View) alias tv berbayar dan ratusan juta pasang mata di dunia. Ledwaba bukan hanya kalah dan kehilangan gelar, tapi juaea bertahan itu dibuat lintang-pukang.
Roach, kaget. Ia gelisah. Tapi, alih-alih Arum marah, kehilanfan Ledwaba, ia justru mengatakan sebaliknya. "Kok petinju sebagus itu tidak dipasarkan? "
Mata dan hati Arum tidak keliru. Bahkan ketika Golden Boy yang sejak amatir sudah diijon, mengajukan pilihan pada Bo Arum: "Aku atau dia (Pacquiao)?". Arum tak ragu menjawab: "Pacman!"
Sejak itu Oscar lepas dari Arum. Mantan peraih medali emas Olimpiade 1984 itu segera mendirikan Golden Boy Promotions yang kemudian menjadi pesaing utama Top Rank milik Arum.
Kembali ke Pacquiao saat ini. Secara teknis dan pengalaman, Ugas pasti tidak sebanding dengan Pacman yang menjadi satu-satunya petinju yang menjadi juara dunia di delapan kelas berbeda. Bahkan nilai jual Ugas pun tak seimbang dengan Spence.
Tapi, semua bukan jaminan Yordenis Ugas, petinju asal Kuba itu pasti kalah. Semangat
juara dunia kelas welter WBA, yang tahun lalu (26/9/2020) merebut gelar kosong dengan mengalahkan Abel Ramos, sedang tinggi-tingginya. Hampir sama, petinju Kuba dengan Meksiko, berani dan pantang menyerah.
Apalagi kasusnya mirip dengan Pacman vs Ledwaba. Ia petinju yang menggantikan Spence, Pacman saat itu menggantikan Martinez. Malah dulu Pacman bukan siapa-siapa, tapi bisa berhasil. Sementara Ugas adalah juara dunia.
Sedikitnya ada tiga motivasi Ugas, pertama, ya now or never seperti Pacman dulu. Inilah kesempatannya. Kedua, ia ingin menutup buku Pacman dengan mencatatkan diri sebagai pemenang. Kabarnya santer, Pacquiao akan pensiun setelah laga ini. Terakhir, ia beruntung menjadi under dog, bebannya lebih ringan.
