Jika Ganjar-Mahfud Menang, Ahok Ingin Dua Posisi Jabatan Ini

Ahok
Sumber :
  • ANTARA

VoxPop Trending – Baru-baru ini Politisi Partai PDI Perjuangan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok secara gamblang mengungkapkan, bahwa dirinya bakal lebih memilih posisi  jaksa agung atau menteri keuangan jika dirinya ditawari untuk menduduki jabatan di pemerintahan.

img_title DPR Minta Kemendagri Gencarkan Pembinaan Buntut Marak Kepala Daerah Korupsi

Pengakuan Ahok ini diungkapkan langsung olehnya saat berada dalam acara bertajuk 'Ahok Is Back' di Warunk Wow yang beradai di Jakarta Selatan pada Kamis 8 Februari 2024 sore.

Melalui sebuah video yang beredar di media sosial dibagikan salah satu akun TikTok @anisha_aprilia memperlihatkan momen Ahok saat menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Young Lex.

img_title Rapor Merah KPK untuk Jawa Tengah: 5 Bupati Ditangkap karena Korupsi Sejak Awal 2026

Awalnya, Young Lex bertanya seputar kemungkinan Ahok menjadi Ketua KPK jika paslon nomor urut 3 yakni Ganjar Pranowo-Mahfud MD menang dalam Pilpres 2024 mendatang.

img_title Terlihat Tenang Saat Ditangkap, Pilot Malaysia Airlines Langsung Tutupi Wajah Ketika 70 Ribu Ekstasi Diperiksa

"Seadainya Pak Ganjar dan Prof Mahfud menang, terus bapak ditunjuk jadi Ketua KPK. Apa yang paling pertama kali lakukan setelah bapak menjadi Ketua KPK?" kata Young Lex kepada Ahok saat sesi tanya jawab.

Terkait pertanyaan yang diajukan oleh Young Lex, Ahok pun mengungkapkan sesungguhnya tidak suka berandai-andai jika bicara soal jabatan di pemerintahan.

Ahok  justru secara terang-terangan mengungkapkan, bahwa sebenarnya ia lebih memilih menjadi Dirjen Bea Cukai dibanding posisi jabatan lainnya. Mengingat seorang Dirjen Bea Cukai bisa memberhentikan penyelundupan barang impor. 

Namun menurutnya itu tidak bisa terjadi. Mengingat, secara umur yang ia miliki sekarang tidaklah sesuai dengan aturan yang ada. Lebih lanjut, setelah ditegaskan kembali terkait posisi jabatan apa yang sekiranya diinginkan olehnya, Ahok blak-blakan justru menginginkan untuk menjadi seorang Jaksa Agung atau Menteri Keuangan.

"Nah kalau ketua KPK itu kolektif. Lu kalau mau angkat gue jadi Jaksa Agung dong, kalau jadi Jaksa Agung apa yang gue lakukan, saya mah nggak malu-malu, gue mah minta, minta ini ya gue minta dong. Tapi kan ini berandai-andai, berandai ini mah gampang dong, tinggal ngomong aja," terang Ahok lagi dalam video TikTok yang beredar di media sosial.

"Jadi kalau lu tanya gue mau apa, Bea Cukai nggak bisa jadi cuma dua lah, Jaksa Agung atau Menteri Keuangan lah," tandasnya lebih lanjut.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut