Penipuan Pinjol Berkedok Hadiah Marak Terjadi, Tagihan Capai Rp1 Miliar
- Antara/HO-kapersky
“Infonya ada lebih dari 50 orang yang ditipu, cuma yang berani lapor ke polisi hanya 27 orang. Orang tua dan suami teman saya itu cuma bisa parah, karena total tagihannya sudah mencapai Rp1 miliar,” ungkap Reza.
“Pihak pinjol bilang itu kan data saya, jadi saya harus tetap bayar. Sedih dan kesal, karena bukan saya yang pakai (uangnya, red.), tapi kok saya yang harus bayar?” sambungnya.
“Kena mental saya, enggak tenang hidup selalu ditelpon DC pinjol. Trauma banget. Mulai saat ini, saya enggak mau kasih ponsel dan KTP ke orang lain. Ini pengalaman buruk buat saya.” Pungkasnya.
Kuasa hukum Reza, M. Tasrif Tuasamu mengatakan, hingga kini polisi masih mengusut modus penipuan dengan menggunakan identitas KTP untuk pinjol yang dilakukan R salah satu karyawan toko ponsel di PGC, Cililitan, Jakarta Timur.
“Saksi saksi juga sudah dipanggil, barang bukti juga. Kami menduga bahwa pelaku tidak melakukan kejahatan ini sendirian, tetapi nanti pihak penyidik yang akan mengembangkan perkara," ungkap Tasrif beberapa waktu lalu.
Tidak saja melapor ke Polres Jaktim, Tasrif juga telah melaporkan kasus ini ke OJK agar bisa melihat dari sisi pinjol, apakah prosedur yang diterapkan sudah sesuai SOP, terutama dalam hal proses verifikasi, misalnya dengan memberi tanda tangan di sebuah dokumen persetujuan sebelum pinjaman naik.
"Kami sudah melapor ke OJK, pinjolnya sendiri ada bermacam-macam di antaranya ada Home Credit Indonesia (HCI), Kredivo, Akulaku dan AEON," ungkapnya.
Sebagaimana diketahui kasus ini terungkap setelah para korban mendadak ditagih oleh pinjol. "Ada 27 korban yang saat ini melapor. Modusnya berbeda-beda, ada yang ditawari pekerjaan, ada yang diiming imingi hadiah, dan sebagainya," pungkasnya.
