Viral Anak SD Menangis karena PR: Mengapa Anak Sekolah Dasar Semakin Tertekan?

Ilustrasi anak SD, ilustrasi murid SD
Sumber :
  • Istimewa

Padahal, esensi pendidikan bukanlah menjejali kepala anak dengan informasi, melainkan menumbuhkan rasa ingin tahu, kemandirian, dan karakter. Pendidikan yang sehat seharusnya melatih anak berpikir kritis, berempati, dan bahagia belajar. Namun yang terjadi, sistem kita lebih sibuk menghitung skor daripada memahami manusia kecil yang sedang belajar mengenali diri dan dunia.

img_title 7 Game Terbaru Viral 2026, Evolusi Teknologi yang Membuat Pengalaman Bermain Semakin Imersif dan Kompetitif

Slogan “Sekolah Ramah Anak” seharusnya menjadi jawaban, tetapi implementasinya masih jauh dari harapan. Banyak sekolah belum mengubah budaya akademik yang menekan. Anak- anak masih dinilai dari angka, bukan dari proses. Guru pun sering kali tidak mendapat dukungan untuk berinovasi karena terjebak dalam beban administratif dan target kurikulum. Akibatnya, sistem pendidikan berjalan seperti mesin: seragam, kaku, dan tidak mengenal perasaan.

Kita juga perlu mengubah cara pandang di rumah. Orang tua tidak boleh menjadi perpanjangan tangan sistem yang menekan. Penelitian Parenting Research Center Australia (2024) menemukan bahwa anak-anak yang diasuh dengan pola supportive parenting yakni orang tua yang menyeimbangkan disiplin dengan empati memiliki tingkat stres akademik hingga 40 persen lebih rendah dibanding anak yang dibesarkan dalam pola asuh otoriter.
Artinya, pola pengasuhan yang penuh dukungan dapat menjadi benteng pertama menghadapi tekanan sistem pendidikan yang keras.

img_title 5 Game Baru Mobile yang Langsung Viral, Kombinasi Gameplay Unik dan Grafis Memukau Jadi Daya Tarik Utama

Mencari Jalan Keluar

Sudah saatnya sekolah dan keluarga Bersama - sama membangun kembali ekosistem belajar yang lebih manusiawi. Sekolah perlu meninjau ulang beban tugas dan jam belajar yang selama ini dianggap sebagai ukuran mutu. Guru dapat memberikan pekerjaan rumah yang berbasis proyek sederhana dan menyenangkan, yang menumbuhkan kreativitas alih - alih sekadar menyalin buku pelajaran. Pemerintah juga harus memperkuat penerapan Sekolah Ramah Anak bukan hanya dalam tataran slogan, tetapi sebagai kebijakan nyata yang
menempatkan kesejahteraan psikologis siswa sejajar dengan pencapaian akademik.

img_title Powerbank Milik WN China Terbakar, Penumpang Pesawat Batik Air Makassar-Jakarta Panik

Di sisi lain, orang tua harus menjadi “sekutu anak”, bukan malah menjadi hakim yang menilai dari angka rapor. Rumah sebaiknya menjadi tempat aman di mana anak dapat beristirahat dari tekanan sekolah, bercerita tentang rasa lelahnya, dan menemukan kembali semangat belajar dalam suasana yang hangat. Keseimbangan antara belajar dan bermain juga perlu dipulihkan. Negara Finlandia, yang dikenal memiliki sistem pendidikan terbaik di
dunia, justru tidak memberikan pekerjaan rumah pada siswa sekolah dasar dan menjadikan permainan sebagai metode belajar utama. Anak - anak mereka tetap berprestasi, bahkan lebih bahagia, karena belajar dengan cara yang selaras dengan usia mereka. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VoxPop.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut