Danantara: Bukan dalam Irama BlackRock
- Antara
Tujuannya, agar Indonesia tidak terus bergantung pada utang luar negeri. Dalam proses riset, tim teknis mempelajari mekanisme dua super holding dunia terbesar, termasuk BlackRock.
Sebagai langkah standar profesional untuk memahami teknologi manajemen risiko dan sistem IT finansial, bukan menyerahkan kendali aset kepada mereka.
Presiden secara resmi memperkenalkan Danantara sebagai superholding, terpisah dari kementerian. Struktur organisasinya 100% diisi putra-putri terbaik bangsa dengan pengawasan langsung dari pemerintah RI.
Sejalan dengan sikap keras Pemerintah Indonesia di forum internasional baik di PBB maupun OKI, Indonesia tegas mengutuk genosida di Palestina.
Jadi tidak ada hubungan sama sekali antara bisnis yang dikembangkan Danantara dengan kebijakan politik Israel dimana BlackRock berdiri.
Apalagi Danantara menerapkan prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance) yang ketat. Artinya, Danantara dilarang secara hukum dan etik untuk berinvestasi atau bekerja sama dengan perusahaan yang terbukti melanggar HAM berat.
Isu Pendanaan Genosida
Secara gamblang dapat dijelaskan BlackRock adalah pengelola aset global yang mengelola uang dari jutaan investor dunia. Jika BlackRock berinvestasi di perusahaan tertentu, itu adalah aksi korporasi mereka. Danantara tidak menerima dana dari mereka untuk disalurkan ke konflik, dan Danantara tidak memberikan dana kepada mereka untuk mendukung bentuk agresi apapun.
Danantara memiliki Negative List (Daftar Terlarang), perusahaan-perusahaan masuk daftar hitam karena keterlibatan dalam pendanaan konflik bersenjata atau genosida. Perusahaan seperti itu tidak akan pernah menjadi mitra strategis Danantara.
Perhatikan saja nama "Daya Anagata Nusantara" Danantara berarti kekuatan masa depan nusantara.
Tidak mungkin institusi mengusung nama "Nusantara" mengkhianati prinsip bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi kemanusiaan dan perdamaian abadi.
Jadi "Informasi yang mengaitkan Danantara dengan pendanaan genosida salah paham interpretasi. Danantara mengadopsi efisiensi teknologi dari standar global, namun hati, jiwa, dan komitmen investasinya 100% untuk kepentingan nasional dan sejalan dengan garis diplomasi Bebas Aktif dan Pro-Palestina."
Pabrik Geothermal Israel
Di masa lalu, teknologi turbin geothermal memang dipelopori perusahaan global seperti Ormat Technologies.
Perusahaan yang memiliki akar sejarah di Israel. Meskipun sekarang merupakan perusahaan publik terdaftar di bursa saham New York (NYSE) dan dimiliki oleh investor dari berbagai negara termasuk Jepang).
