Ramadhan dalam Analogi Tuan Syekh Abdul Qadir al-Jailani

Ilustrasi Ramadhan
Sumber :
  • Freepik/jcomp

(Artikel ini ditulis oleh Mukti Ali Qusyairi, Pengasuh Majelis Pengajian Hadharatul 'Ulum) 

img_title Tiga Kader Muhammadiyah Gugat soal Sidang Isbat Penentuan Awal Ramadhan dan Idul Fitri ke MK

VoxPop – Analogi atau qiyas merupakan satu dari sekian banyak metodologi yang digunakan ulama Islam  klasik dalam membangun argumentasi dan narasi keagamaan. Semula dipelopori oleh Imam as-Syafii sebagai metode penggalian hukum syariat Islam dalam kitab usul fikihnya yaitu al-Risalah. Lalu analogi digunakan oleh para ulama ilmu kalam atau ilmu tauhid, filsafat, dan tasawuf. Di antara ulama sufi yang menggunakan analogi adalah Tuan Syekh Abdul Qadir al-Jailani (AQJ) dalam menjelaskan bulan Ramadhan

img_title Dongkrak Transaksi 15 Kali Lipat, Tokopedia-TikTok Shop Ungkap Kesuksesan Ramadhan Ekstra Seru 2026

Dalam kitab al-Ghunyah li-Thaliba Thariq al-Haq 'Azza wa Jalla, Tuan Syekh AQJ menyatakan bahwa, bulan suci Ramadhan di dalam dua belas bulan bagaikan hati di dalam dada manusia, bagaimana para Nabi bagi para manusia lain di mana para Nabi adalah para manusia agung yang akan memberi syafaat (pertolongan) kepada para pendosa dan bulan Ramadhan adalah bulan yang memberi pertolongan bagi orang-orang yang melaksanakannya, bagaikan tanah Haram/Suci (Mekah-Madinah) di mana Dajjal yang terlaknat tidak bisa masuk ke dalam tanah Haram/Suci dan setan dibelenggu pada saat bulan suci Ramadhan. 

Ibadah dan amal saleh ketika dilakukan di Tanah Suci Mekah dan Madinah akan dilipatgandakan pahalanya sebagaimana ibadah dan amal shaleh yang dilakukan di bulan Ramadhan juga dilipatgandakan pahalanya.

img_title Jalani Puasa 6 Hari di Bulan Syawal, Benarkah Pahalanya Setara Puasa Setahun?

Hati dihiasi dengan cahaya makrifat dan iman dan bulan ramadhan dihiasi dengan membaca Al-Quran.

Tuan Syekh AQJ menggambarkan bahwa Ramadhan adalah hati bagi bulan-bulan yang lain dalam satu tahun. Dalam pandangan sufisme bahwa hati adalah raja, akal adalah panglima, dan anggota tubuh yang lain adalah punggawa dan anggotanya. Hati diposisikan sebagai penentu lantaran sebagai raja setelah kordinasi dan mendapatkan laporan dari analisa panglima akal, menurunkan tidah kepada akal sebagai panglima untuk menggerakkan anggota-anggota tubuh yang lain. Ramadhan sebagai hati adalah raja bagi bulan-bulan lain dalam setahun. 

Karena itu, Tuan Syekh AQJ menyatakan bahwa bulan Ramadhan adalah bulan istimewa sembari berkata, barang siapa yang tidak mendapatkan ampunan di bulan ramadhan, maka di bulan apa lagi ia bisa mendapatkan ampunan? Maka segeralah seorang hamba bertaubat kepada Allah sebelum pintu-pintu taubat ditutup. Bertaubatlah kepada Allah sebelum waktunya kembali kepada Allah terputus. Menangislah untuk menyesali dosa dan kesalahan sebelum habis waktu untuk menangis dan rahmat.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VoxPop.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut