JAKTV Jangan Jadi Legenda
- VoxPopnews/Muhammad Firman
Menilik pengamatan Indra Yudhistira Ramadhan, seorang praktisi broadcasting dari Indonesia Enterteinment Group (IEG), televisi terrestrial sudah mendekati punah. Makin mudahnya akses internet disebut menjadi penyebab utama kematiannya.
Gambaran kondisi ini juga terkonfirmasi saat KPID Jakarta melakukan visitasi ke beberapa Lembaga Penyiaran. Seperti dikatakan Direktur Utama Rajawali Televisi (RTV) Artine Savitri Utomo.
Menurut bos Lazada Indonesia ini, industri penyiaran sedang berada dalam mode survival. Atmosfer bisnisnya makin lesu dan cenderung ditinggalkan. Sementara regulasi yang ada, timpang.
Bagaimana tidak timpang, UU Penyiaran yang berlaku di era smart TV hari ini, adalah UU yang sama yang dibuat di era TV tabung.
Kondisi lesu ini juga yang menimpa JAKTV. Direktur JAKTV Sumarsono mengatakan, perusahaannya sudah mengalami serangkaian kebijakan rasionalisasi dalam 5 tahun terakhir. Dari SDM yang mencapai 300-an kini tinggal hitung jari. Dari studio megah di kawasan SCBD kini berpindah ke ruko sederhana di kawasan Tebet, Jakarta Selatan.
Padahal kalau menengok ke belakang, TV dengan slogan kebanggaan “Dari Jakarta untuk Indonesia” ini pernah menjadi TV lokal terbaik di Ibu Kota. JAKTV, bagaimanapun sudah memiliki tempat tersendiri di hati pemirsanya. Selain sebagai rujukan informasi seputar Jakarta, JAKTV harus diakui telah banyak mendedikasikan siarannya untuk merayakan kehebatan Jakarta.
Belajar dari BALI TV
Senin 15 Juni 2026 lalu, KPID Jakarta berkesempatan berkunjung ke studio BALI TV di Jl Kebo Iwa, Denpasar Barat. Momen kunjungan yang sedikit menyita kesibukan redaksi, karena bersamaan dengan even Pesta Kesenian Bali (PKB) dimana BALI TV menjadi official media partnernya.
BALI TV mulai mengudara sejak Mei 2002. Didirikan oleh kelompok Media Bali Post, hingga saat ini BALI TV masih bertahan sebagai pelopor televisi lokal yang hadir untuk melestarikan seni, budaya, dan adat istiadat Bali.
Pemimpin Redaksi BALI TV Made Sueca mengatakan, butuh strategi jitu agar terus bertahan di tengah gempuran platform digital. Dan yang terus BALI TV jaga menurutnya antara lain adalah komitmen yang kuat pada kearifan lokal.
