Membludaknya Pengangguran Terdidik, Ini Solusinya!
- vstory
Yang penting bagi mereka ialah populer dan menurut orang lain mudah untuk mendapatkan pekerjaan. Namun, kenyataannya justru bidang tersebut tak mampu menampung seluruhnya lulusan tersebut.
Padahal ada banyak sekali lapangan pekerjaan membutuhkan tenaga ahli pada bidangnya masing-masing, tapi sayang sumber daya manusia Indonesia belum cukup mampu untuk berpikir demikian. Sebagian besar hanya memilih jurusan berdasarkan passange grade atau kepopuleran semata.
Penelitian oleh Harvard Business Review menunjukkan bahwa seseorang yang masuk ke universitas tidak menjamin bahwa seseorang akan memiliki keterampilan yang berkualitas. Ijazah dan gelar juga tidak menjamin seseorang untuk mendapatkan pekerjaan yang layak.
Hasil studi tersebut juga membantah tentang paradigma “yang penting lulus dan dapat ijazah, nanti cari kerja mudah”.
Saran
Sebagai masukan untuk mengatasi masalah pengangguran terdidik ini, dari sisi pemerintah, perlu meningkatkan lapangan kerja yang ada. Selain itu, yang terpenting ialah meningkatkan kualitas dari pendidikan itu sendiri dengan cara mengevaluasi baik dari sisi tenaga pengajar, sarana fasilitas dan lainnya apakah sudah sesuai standar yang diharapkan atau belum.
Dampak positif dari hal itu diharapkan seseorang yang terdidik dapat menjadi lulusan yang berkualitas sehingga dapat terserap dalam dunia kerja atau bahkan ia dapat mandiri menciptakan lapangan kerja sendiri.
Selain itu, pembukaan program studi juga sudah semestinya diperhitungkan sesuai kebutuhan. Misalnya, perguruan tinggi mesti membatasi jumlah mahasiswa dalam suatu jurusan karena jika berlebihan hanya akan menimbulkan gelombang pengangguran.
Perguruan tinggi di Indonesia juga sebaiknya berfokus pada orientasi untuk menciptakan lulusan yang memiliki kemampuan yang sesuai kebutuhan pasar lapangan kerja.
Tulisan ini seharusnya bisa membuat kita untuk introspeksi bagi kita semua khususnya kawula muda Indonesia tentang tujuan melanjutkan pendidikan. Apakah tujuan dari melanjutkan pendidikan setinggi mungkin itu hanya sekadar untuk mendapatkan ijazah atau lebih ironisnya hanya untuk gaya-gayaan saja.
Atau memang tujuan kita melanjutkan pendidikan itu untuk mengejar keterampilan dan meningkatkan kualitas diri sehingga dapat berkontribusi untuk negara Indonesia bukan justru menjadi beban negara.
