Rocky  Gerung Seorang Republikan

Dari kiri Furqan Jurdi, Rocky Gerung dan Aktivis HMI Abdul Gafur (dok pribadi)
Sumber :
  • vstory


Kenyataan ini mendorong Rocky Gerung untuk berbicara dengan cara-cara yang cukup keras tetapi menggunakan bahasa yang keras dan tajam. Rocky memang selalu memilih kata-kata yang kontroversial dan menantang untuk menyampaikan argumennya. Meskipun tajam tapi tidak pernah membicarakan personal melainkan fungsi seorang Presiden. 

img_title Jokowi: TKN Memang Sudah Seharusnya Dibubarkan

Pasca Haji Agus Salim

Proklamator Indonesia Mohammad Hatta menyebut “Manusia seperti Haji Agus Salim lahir seratus tahun sekali”. Bagi Bung Hatta, Agus Salim adalah seorang lelaki tua yang berbicara penuh tantangan tetapi terukur. Pembicaraannya dapat menginspirasi, memperkuat pendirian dan tujuan yang hendak dicapai.

img_title PBNU: Kami Hanya Siapkan Kader, Keputusan Ditangan Presiden

Pengakuan tentang Agus Salim juga datang dari Ulama Besar Buya Hamka. Bagi Hamka, “Agus Salim sama dengan sejuta manusia”. kecerdasannya mampu mengimbangi lawan debatnya dengan elegan dan sulit dikalahkan.

 Saya tidak hendak menyamakan Rocky dengan Agus Salim, tetapi kedua orang Indonesia yang berbeda zaman ini mampu menjadi bagian penting dalam perjalanan republik. Perubahan besar hanya lahir dari kemampuan menalar dan berpikir secara sistematis dan bertindak secara terukur.

img_title Menang Telak di Bali, Jokowi Ucapkan Terima Kasih

 Kecerdasan Rocky membuat lawan debatnya tidak berkutik. Dia memiliki kemampuan logika yang sistematis dengan penalaran yang tepat. Dalam berbagai debat Rocky memperlihatkan kecerdasan yang jarang dimiliki oleh politisi Indonesia.

 Haji Agus Salim lebih unggul lagi dalam hal mengalahkan lawan debat tanpa sarkasme dan menyerang pribadi. Misalnya, dalam sebuah Rapat Sarikat Islam Haji Agus Salim dan Tjokroaminoto disindir oleh Musso dalam pidatonya.

 Di atas podium Musso bertanya kepada peserta rapat: Yang berjenggot apa saudara-saudara?”

Menjawab pertenyaan tersebut, hadirin dari SI Merah ramai-ramai berteriak,“kambing!".

 "Kalau yang berkumis?", hadirin pun lalu ramai menyahut, “kucing!” .

 Haji Agus Salim tidak lantas marah dan menyerang Musso dengan kata-kata yang tidak intelektual.

Mendengar ejekan itu, ketika giliran Haji Agus Salim naik panggung pun membalasnya. Dari atas podium ketika berpidato dia pun bertanya balik bertanya pada hadirin. 

"Tadi hewan-hewannya kurang lengkap, apa yang tidak berkumis dan tidak berjenggot (kebetulan Musso tidak berkumis dan berjenggot)?" tanya Agus Salim kepada peserta rapat.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VoxPop.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut