Bahaya Persepsi bagi Otak Kita

Bahaya Persepsi Bagi Otak Kita, oleh Nurmalinda Rahmawati
Sumber :
  • vstory

5. Tekstur

img_title Persib Bandung Tancap Gas di Bali, Sabah FC dan Bali United Jadi Ujian Serius

Pada sumber rangsangan yang terakhir yaitu tekstur, hal ini merujuk pada penerima rangsangan yaitu kulit. Saat sedang berjalan-jalan di toko baju kita pasti meraba baju-baju dan merasakan tekstur kain dari baju-baju tersebut. Hal lain juga terjadi ketika kita sudah selesai menggunakan handbody, kita dapat merasakan kehalusan kulit kita.

Masalah yang terjadi adalah ketika kita sudah menyukai produk-produk yang bagi kita cocok dan hasil perabaan di kulit enak tidak menyakiti kulit, maka biasanya kita akan merekam merek produk tersebut menjadi prioritas utama meskipun sebenarnya di luar sana masih banyak produk dengan kualitas yang lebih bagus namun kita menolak untuk mencoba kembali. Semua ini dapat direkam oleh otak kita dan ketika kita belanja kebutuhan kulit, maka handbody dengan merek tertentu yang sudah biasa kita pakailah yang akan selalu masuk keranjang kita. Meskipun pada awalnya kita melakukan percobaan berkali-kali untuk merek yang lain namun tetap kita pasti akan mempertimbangkan dua hingga tiga kali untuk memutuskan membeli produk lain.

img_title Gedung Bapenda Terbakar, DPRD DKI Desak Pramono Cek Semua Bangunan Milik Pemprov

Ketika sudah melalui semua rangsangan dan diterima oleh indra kita, maka kita sebagai konsumen akan mulai terpapar oleh semua informasi yang didapat. Semua pesan yang dapat ditangkap oleh otak kita bisa disebut dengan persepsi. Solomon et al (2006) berpendapat bahwa persepsi adalah proses di mana sensasi fisik seperti penglihatan, bunyi, dan indra penciuman yan dipilih, terorganisir dan diinterpretasikan. Ke depannya kita akan mendapat perhatian yang menyebabkan kita menjadi fokus pada merek tertentu. Kemudian kita akan memiliki pandangan bahwa setiap produk dimiliki oleh merek yang sudah berulang kali kita gunakan.  

Namun, apakah kamu menyadari sesuatu yang terlewat? sejauh ini kamu sadar tidak bahwa semua hal yang kamu baca ternyata sudah memasuki alam bawah sadar kamu? Dimulai dari pemandangan bukan hanya tentang alam namun ada hal lain yang dapat membuat kamu tertarik, suara dari mulut ke mulut menjadi efek besar keberlanjutan pengambilan keputusan pembelian, bau yang sangat menarik menjadi prioritas kamu dibandingkan tujuan awal, rasa yang menjadi candu serta tekstur pada merek tertentu dapat menyingkirkan merek lain. Nah rasa tiba-tiba yang suka terjadi dalam kehidupan kita untuk mengambil keputusan dalam pembelian ini dalam bahasa ilmiahnya dapat disebut subliminal perception atau persepsi alam bawah sadar.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
img_title Cerita Unik SUV Jetour yang Mencuri Perhatian Menko Airlangga di GIIAS 2026
Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VoxPop.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut