Saya yang Mengarahkan Tito Karnavian Jadi Kapolri
- VoxPop.co.id/M. Ali. Wafa
Mengapa Anda tertarik menjadi polisi?
Sebenarnya kalau kita mau lihat dulukan tahunya Akabri. (Akabri) Itu menjadi satu dan tidak dipisah-pisahkan. Ada TNI angkatan darat, laut, udara dan polisi. Waktu itu memang hanya Akabri saja. Waktu saya mendaftar tahunya Akabri. Hanya persoalannya satu tahun di Akabri, sama-sama kemudian pada mau naik tingkat dua, dan harus mengikuti psikotes. Nah ujian tersebut akan menentukan masuk TNI AD, AL, AU atau masuk ke akademi kepolisian. Jadi yang menentukan adalah psikotes.
Setelah itu, apa prosesnya?
Setelah mengikuti proses itu dan hasil psikotes menentukan masuk mana, dan selesai tiga tahun sekolah baru diwisuda menjadi letnan dua polisi. Kalau sekarang pangkatnya inspektur dua polisi.Jadi sesuai hasil psikotes, saya bisa mencapai karier pucak tertinggi, psikotesnya enggak meleset.
Jadi polisi itu cita-cita atau paksaan?
Saya cita-citanya masuk di Akabri itu, karena kan pendidikannya gartis.
Orangtua Anda polisi?
Ohh enggak ada, bapak saya petani.
Ketika sudah jadi Kapolri, apakah mengharuskan anak untuk meniru jejak Anda?
Anak saya kan dua laki-laki semua, kebetulan dua-duanya berminat jadi polisi. Saya katakan, kalau mau jadi polisi silahkan. Nah anak saya yang pertama jadi polisi dan anak kedua kuliah di UI.
Berarti tidak memaksa anak untuk jadi polisi?
(Tidak) biar mereka bebas memilih. Tapi kalau dia berminat, saya kasih jalan.
Menurut Anda, apa rasanya menjabat sebagai seorang Kapolri?
Pasti ada rasa suka dukanya pasti. Namanya juga polri, pekerjaanya semakin berat, tanggungannya luas, cukup berat tanggung jawabnya. Oleh karena itu, memerlukan satu konsep terus menerus karena yang dihadapi hari-hari itu masalah. Bagaimana memecahkan masalah-masalah, kita hadapi di internal polri maupun di operasional di luar.
Ada kasus sedikit, lalu bagimana penyelesainya, bagaiamana penanganannya di wilayah, bisa tangani secara efektif atau tidak. Kita juga mengingatkan karena yang dihadapi hampir setiap hari berhadapan dengan masyarakat dan memberikan pelayanan ke masyarakat. Sehingga kita harus arahkan betul agar efektif dalam menghadapi masalah.
