Kapolri Jenderal Badrodin Haiti

Saya yang Mengarahkan Tito Karnavian Jadi Kapolri

Kapolri Jendral Badrodin Haiti
Sumber :
  • VoxPop.co.id/M. Ali. Wafa

Apa sih kesulitannya menangkap Santoso, ada pertimbangan khusus?

img_title Alasan Mantan Kapolri Batal Jadi Komisaris Utama Grab

Ya tidak yang khusus seperti itu. Saya katakan masalah administrasi, cuaca, alat komunikasi, alat kelengkapan kita, alat deteksi kita itu juga yang belum bisa menjangkau mereka. Kita ada ada surveillance tapi sering kali tidak bisa berfungsi daerah-daerah black spot seperti itu.

Apa kesiapan Polri menghalau teroris dari Filipina?

img_title Badrotin Haiti Pilih Jadi Komisaris Waskita Ketimbang Grab

Sudah berikan warning kepada presiden baru Filipina. Kita akan menindak tegas, menumpas kelompok radikal yang ada di sana. Termasuk ada di Filipina selatan di antara kelompok Abu Sayyaf. Tentu ini akan memberikan dampak kalau ada operasi di sana, larinya masyarakat mengungsi ke wilayah Indonesia.

Masuk wilayah Indonesia bisa melalui Kalimantan, Sulawesi. Saya sampaikan supaya memperketat pengamanan di pelabuhan-pelabuhan khusunya wilayah yang perbatsan dengan Filipina khususunya Kalimantan, Sulteng, Gorontalo, Manado.

img_title Badrodin Haiti Tampil Berjanggut, Masih Dipanggil 'Kapolri'

Ancaman masih ada?

acaman masih ada kalau masalah terorisme, tapi kan kita selalu mendeteksi pergerakan terorisme. Sehingga apa yang kita lakukan kemarin penangkapan minggu yang lalu di Surabaya, itu bagian dari upaya kita untuk melakukan pengamannan menjelang bulan Ramadan termasuk hari H-nya.

Menjelang lebaran ada deteksi dini ancaman teroris?

Kita enggak bisa samapikan ke publik itu tugas kita untuk mendeteksi.

Bagaimana Anda melihat maraknya kasus kekerasan seksual terutama pada anak?

Sebetulnya kan kita bisa lihat, kasus-kasus ini bisa kita lihat sama seperti tahun lalu, bisa saja meningkat. Kalau enggak salah 2016 meningkat. Tapi kan sistem pemberitaan di media apa yang menjadi perhatian publik selalu secara masif diberitakan, kasus yang lama diungkap kembali dan itu ada di media elektronik yang di putar kembali, tapi tidak dijelaskan kapan itu terjadi enggak ada tanggalnya. Tapi memang 2016 ada peningkatan.

Kita sudah ada ketentuan masalah perempuan dan anaka-anak apakah itu sebagai korban atau pelaku ditangani oleh unit perlindungan dan anak. Tapi penerapan hukum kita harus tegas, tidak ada toleransi. Artinya apa, kalau kita bisa terapkan hukuman berat, kita masukan alternatif-alternatif hukuman, sehingga bisa dijadikan dasar oleh jaksa membuat dakwaan primer dan subsider sehingga berlapis, mana yang terberat untuk diterapkan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut