Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh

Ini Bukan Debat Teologis

Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakhrulloh
Sumber :
  • VoxPop/M Ali Wafa

Nah, KTP itu dibutuhkan bila dia tidak masuk dalam DPT. Maka dia bisa memilih di tempat sesuai dengan KTP-nya, di satu jam terakhir, dengan menunjukkan KTP-nya. Di situ lah, KTP-nya dibutuhkan untuk memilih.

img_title Kementerian Hukum Ungkap Sidang Paulus Tannos di Singapura Digelar Bulan Juni

Angka 160,7 juta itu sudah hasil pemutakhiran?
Iya, sudah. Jadi ini data berdasarkan data penduduk semester I tahun 2017. Semester II kan 30 Desember nanti, jadi yang kami serahkan itu yang hasil pendataan di semester I.

Nanti di DPT-nya bisa bertambah bisa juga berkurang. Kan begini, 27 November kemarin kami berikan data semester I tahun 2017. Jika pencoblosan itu dilakukan bulan Juni, dalam waktu tujuh bulan kan pasti ada perubahan, ada yang ke luar negeri, itu berarti hak pilihnya hilang, karena di luar negeri tidak ada pilkada kan. Kemudian, jika ada yang meninggal dunia. Ada yang masuk TNI/Polri.

img_title Usai Mangkir, Andi Narogong Penuhi Panggilan KPK Hari Ini soal Kasus Korupsi e-KTP

Dan bisa juga bertambah, misalnya yang TNI/Polri sudah pensiun, atau yang tadi pergi di luar negeri pada pulang. Jadi, yang namanya DP4 itu adalah bahan awal untuk dilakukan pencocokan oleh KPU di lapangan. Jadi mesti ada pergeseran.

Di beberapa tempat, hingga kini pembuatan e-KTP masih menjadi polemik, banyak yang belum memiliki. Bagaimana ini?
Dulu 2015, kami pernah ada kekosongan blangko. Tahun 2016 juga ada kekosongan blangko, itu semua karena gagal lelang. Gagal lelang itu karena tidak ada perusahaan yang memenuhi syarat, saya tidak mau mengambil risiko. Pokoknya, yang tidak memenuhi syarat tidak usah, daripada ada pelanggaran hukum kan.

img_title Eks Napi e-KTP Andi Narogong Mangkir Panggilan KPK

Nah, kini kami sudah perbaiki sistemnya, tahun 2017 pengadaan lelang berjalan rapi, tahun ini kami lakukan lelang pengadaan blangko 20 juta keping. Pertama itu 7 juta, kedua 7,4 juta, ketiga, 6 juta keping.

Nah, sekarang ini kami masih ada sisa blangko itu sekitar 6.5 juta. Ini jumlah yang cukup.

Proses perekaman data untuk e-KTP/Ilustrasi.

Tapi mengapa di daerah banyak yang mengeluhkan blangko kurang?
Sebenarnya itu bukan jumlah blangkonya yang kurang, tetapi setelah masyarakat tahu blangko itu sudah dikirim ke daerah itu, pemegang SUKET itu pada berdatangan, dan kemampuan daerah mencetak KTP itu tidak sesuai dengan SUKET yang masuk.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut