Korut Akui Tembakkan Rudal ke Wilayah Jepang, Diklaim Bisa Sampai Daratan AS

Rudal balistik antarbenua yang diluncurkan Korut, Sabtu (18/2)
Sumber :
  • KCNA

Hwasong-15 adalah salah satu dari tiga ICBM Korea Utara yang ada, yang semuanya menggunakan propelan cair yang memerlukan injeksi pra-peluncuran dan tidak dapat terus menggunakan bahan bakar untuk waktu yang lama. 

img_title Mengenal Kim Hee-jin, Rekan Setim Megawati Hangestri yang Pernah Bawa Korea Selatan Tembus Semifinal Olimpiade

Korea Utara mendorong untuk membangun ICBM berbahan bakar padat, yang akan lebih mobile dan sulit dideteksi sebelum diluncurkan.

"Kim Jong Un kemungkinan telah menentukan bahwa keandalan teknis dari kekuatan ICBM propelan cair negara telah cukup diuji dan dievaluasi untuk sekarang memungkinkan latihan operasional rutin semacam ini," kata Ankit Panda, seorang ahli dari Carnegie Endowment for International Peace.

img_title 16 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Korea Selatan, Suhu Tertinggi dalam 122 Tahun

Chang Young-keun, seorang ahli rudal di Korea Aerospace University di Korea Selatan, mengatakan bahwa Korea Utara tampaknya telah meluncurkan versi upgrade dari ICBM Hwasong-15. Chang mengatakan informasi yang diberikan oleh Korea Utara menunjukkan bahwa rudal tersebut kemungkinan akan memiliki jangkauan potensial yang lebih jauh daripada Hwasong-15 standar.

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un.

Photo :
  • Korean Central News Agency/Korea News Service via AP.
img_title Bukan Iran, Trump Tegaskan Cuma AS yang Pungut Biaya di Selat Hormuz

Peluncuran Korut terjadi sehari setelah Korea Utara berjanji akan memberikan tanggapan kuat yang belum pernah terjadi sebelumnya, atas serangkaian latihan militer yang direncanakan Seoul dan Washington dalam beberapa minggu mendatang.

Dalam pernyataan terpisah hari Minggu, Kim Yo Jong, saudara perempuan Kim Jong Un yang berpengaruh, menuduh Korea Selatan dan AS secara terbuka menunjukkan keserakahan berbahaya mereka dan berusaha untuk mendapatkan keunggulan militer dan posisi dominan di Semenanjung Korea.

"Saya peringatkan bahwa kita akan mengawasi setiap gerakan musuh dan melakukan tindakan balasan yang sesuai dan sangat kuat dan luar biasa terhadap setiap gerakan yang memusuhi kita," katanya.

Korea Utara dengan tegas mengecam hubungan Korea Selatan-ASm, yang dianggap rezim Kim Jong Un ssebagai latihan invasi meskipun sekutu mengatakan latihan mereka bersifat defensif. 

Beberapa analis mengatakan Korea Utara sering menggunakan latihan militer Korea Selatan-AS sebagai dalih untuk memodernisasi persenjataan senjatanya, yang diyakini penting untuk memenangkan keringanan sanksi dari AS.

"Saat ini, kami tahu bahwa tindakan apa pun yang diambil oleh AS dan Korea Selatan – betapapun dibenarkan dari sudut pandang pertahanan dan pencegahan terhadap perilaku sembrono (Korea Utara) – akan ditafsirkan dan diprotes sebagai tindakan permusuhan oleh Korea Utara," kata Soo Kim, seorang analis keamanan di RAND Corporation yang berbasis di California. "Akan selalu jadi makanan untuk provokasi senjata (Kim Jong Un),"

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut